kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Penurunan harga logam menahan bursa Eropa


Jumat, 15 September 2017 / 05:05 WIB
Penurunan harga logam menahan bursa Eropa


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Bursa Eropa mixed dengan sebagian besar indeks ditutup melemah setelah Bank of England memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada Kamis (14/9). Tapi indeks Stoxx 600 naik 0,12% dengan sebagian besar sektor menguat.

Indeks CAC menugat 0,15% ke 5.225,20. Indeks Ibex 35 turun 0,10% ke level 10.361. Indeks DAX pun melemah 0,10%. Sedangkan FTSE 100 merosot 1,14% ke 7.295,39 pada penutupan perdagangan.

Penurunan FTSE terutama tertekan oleh penurunan harga saham tambang. Sektor ini anjlok 1,44% akibat penurunan harga logam seperti tembaga dan nikel. Harga saham Rio Tinto, BHP Billiton, Glencore, dan Anglo American turun lebih dari 2% dalam sehari.

Akibat pergerakan harga komoditasnya juga, sektor minyak dan gas melonjak 0,85%. Harga minyak brent kemarin ditutup pada US$ 55,80 per barel. Sedangkan harga minyak WTI pertama kalinya melampaui US$ 50 dalam lima pekan. Harga minyak WTI ditutup pada US$ 50,25 per barel.

Salah satu penopang kenaikan indeks Stoxx adalah saham Next yang melonjak 13,06%. Perusahaan ritel Inggris ini menaikkan prediksi penjualan dan laba sepanjang tahun.

Masih dari Inggris, BoE menahan suku bunga acuan di level 0,25%. Pasar telah memprediksi hal ini. Tapi, bank sentral Inggris ini menyatakan bahwa kenaikan suku bunga akan diperlukan dalam beberapa bulan mendatang. Pernyataan ini mengerek nilai tukar sterling terhadap dollar Amerika Serikat ke level US$ 1,3391.

Dari global, Korea Utara mengatakan akan menggandakan upaya untuk melawan invasi AS setelah adanya sanksi baru dari PBB atas program nuklir sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×