kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan Semen Rebound pada Mei, Simak Rekomendasi Saham Emiten Semen Berikut Ini


Selasa, 11 Juli 2023 / 14:15 WIB
Penjualan Semen Rebound pada Mei, Simak Rekomendasi Saham Emiten Semen Berikut Ini
ILUSTRASI. Buruh angkut memindahkan semen di sebuah distributor semen di Jakarta, Selasa (27/02). KONTAN/Fransiskus Simbolon/27/02/2018


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volume penjualan semen nasional sepanjang periode Mei 2023 berhasil mengalami rebound. Menurut data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen domestik pada Mei 2023 tercatat mencapai 4,9 juta ton. Realisasi ini tumbuh 63,4% secara bulanan dan  tumbuh 24,9% secara tahunan alias year-on-year (YoY).

Penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) juga turut mengalami rebound. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos mengatakan, penjualan semen INTP pada Mei 2023 mencapai lebih dari 1,3 juta ton. Pencapaian ini 30% lebih tinggi dari pencapaian di periode yang sama tahun lalu.

Kata Marcos, pencapaian yang relatif signifikan ini disebabkan periode Libur Lebaran tahun lalu jatuh di bulan Mei, sedangkan tahun ini Lebaran jatuh di periode bulan April.

”Di sisi lain, tahun ini pandemi juga telah berlalu sehingga dunia bisnis hampir sudah kembali normal,” kata Marcos kepada Kontan.co.id, Senin (10/7).

Baca Juga: Prospek SIDO Didorong Kontribusi Ekspor, Intip Rekomendasi Sahamnya dari Analis

Jika diakumulasikan, sampai dengan Mei 2023, penjualan semen INTP sudah mencapai 6,3 juta ton, dimana pencapaian ini lebih tinggi 5% dari pencapaian tahun lalu. Pencapaian ini mengungguli penjualan semen nasional. Secara kumulatif, sepanjang lima bulan pertama 2023  penjualan semen nasional masih terkontraksi 5,8% YoYmenjadi 22,1 juta ton.

Memasuki periode Semester kedua, produsen semen merek Indocement ini cukup optimistis volume penjualan semen akan dapat tumbuh sesuai harapan. Pembangunan rumah tapak serta penyelesaian proyek proyek pemerintah tetap masih terus berjalan.

“Semoga suasana yang kondusif ini terus berlangsung,” harap Marcos.

Adapun INTP mulai mengoperasikan pabrik pengolahan sampah menjadi energi alias refused derived fuel (RDF)  Bantar Gebang pada Juni 2023. Marcos menilai, pengoperasian RDF ini tentunya dapat meningkatkan efisiensi dari pemakaian bahan bakar konvensional yaitu batubara.

Saat operasional RDF mencapai level optimumnya, maka RDF yang akan dikonsumsi dapat mencapai 600 ton per hari nya.

“Tentunya ini adalah sinergi yang sangat baik di dalam mengurangi emisi karbon sesuai dengan tujuan Perusahaan kami yaitu memberikan solusi masa depan yang lebih baik,” tutup dia.

Asal tahu, pada Juni 2023, INTP menerima pengiriman pertama sekitar 80 ton sampai 100 ton refuse derived fuel dari fasilitas landfill mining dan RDF Plant tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang. Sampah tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil untuk proses produksi semen di Kompleks Pabrik Citeureup.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Daniel A. Widjaja mempertahankan rating netral untuk sektor semen. Daniel memperkirakan volume penjualan semen akan cenderung flat sepanjang tahun ini, dengan rentang pertumbuhan -1% sampai dengan 1,0% YoY.

Penjualan semen akan disumbang oleh pertumbuhan permintaan dari semen curah (bulk cement), namun penjualan semen kantong (bagged cement) diprediksi masih cenderung tertekan.

Baca Juga: Kinerja SIDO Berpotensi Tumbuh Terbatas pada 2023, Intip Rekomendasi Sahamnya

Hingga Mei 2023, Daniel menyebut kedua pemain besar, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan INTP mampu meningkatkan pangsa pasar mereka menjadi masing-masing 52,4% dan 27,0%.

Hingga awal Juni 2023, harga jual semen di daerah Jakarta untuk SMGR (dengan meerk Semen Gresik) dan INTP (dengan merek Semen Tiga Roda) masih lebih tinggi dibanding pemain semen di kelas kedua seperti Conch (Garuda Conch) dan Grobogan, dimana kedua semen ini memiliki range perbedaan harga sekitar 17%-26% lebih mahal.

Di sisi lain, fighting brand milik SMGR yakni Semen Padang dan semen miliki INTP yakni Semen Rajawali memiliki harga yang tidak jauh berbeda dengan kompetitornya.

“Maka dari itu, dengan komposisi brand yang kuat, SMGR dan INTP mampu meraih pangsa pasar yang lebih tinggi,” kata Daniel.

Fighting brand sendiri adalah merek produk dengan harga lebih rendah yang diluncurkan oleh perusahaan untuk menghadapi kompetitor.

Daniel menyematkan rekomendasi buy saham SMGR dengan target harga Rp 7.630 dan buy saham INTP dengan target harga Rp 12.200. Hanya saja, risiko utama dari rekomendasi ini di antaranya pelemahan permintaan semen dan kenaikan biaya distribusi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×