kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.504.000   5.000   0,33%
  • USD/IDR 15.935   0,00   0,00%
  • IDX 7.246   -68,22   -0,93%
  • KOMPAS100 1.110   -11,46   -1,02%
  • LQ45 880   -11,76   -1,32%
  • ISSI 222   -0,92   -0,41%
  • IDX30 452   -6,77   -1,48%
  • IDXHIDIV20 545   -7,80   -1,41%
  • IDX80 127   -1,32   -1,03%
  • IDXV30 136   -1,06   -0,77%
  • IDXQ30 150   -2,29   -1,50%

Penjualan properti mulai menggeliat


Senin, 05 Desember 2016 / 10:00 WIB
Penjualan properti mulai menggeliat


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perbaikan sektor properti mulai terlihat. Emiten properti diperkirakan akan mencatatkan peningkatan marketing sales usai periode amnesti pajak.

Beberapa emiten, seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berpeluang membukukan kinerja lebih baik.

Analis CIMB Securities Jovent Giovanny mencatat, dalam periode sepuluh bulan 2016, emiten-emiten tersebut telah mencapai marketing sales di atas 50% dari target.  Namun, ia lebih memilih PWON, CTRA, dan BSDE sebagai saham terbaik.

"CTRA dan PWON mencatatkan penjualan yang kuat di Surabaya. Sementara BSDE mencatatkan marketing sales yang kuat berkat strategi pemasaran yang baik, yaitu program price amnesty," kata dia.

Jovent mencatat, PWON membukukan marketing sales Rp 200 miliar pada Oktoer lalu. Hal ini membuat pencapaian marketing sales pada sepuluh bulan di 2016 mencapai Rp 1,8 triliun, atau 82% dari target Rp 2,2 triliun.

Menurut Jovent, marketing sales PWON pada Oktober ditopang oleh peluncuran apartemen East Coast. Sekitar 300 unit terjual pada hari peluncuran. Pada November PWON kembali menjual 180 apartemen di East Coast dan 200 unit dari apartemen Benson di Surabaya.

CTRA telah mengumpulkan Rp 1,5 triliun marketing sales pada Oktober 2016 atau membuat pencapaian selama sepuluh bulan sebesar Rp 5,8 triliun. Ini terdorong penjualan proyek di Surabaya yang mencapai Rp 1 triliun.

Adapun BSDE membukukan Rp 1,1 triliun untuk marketing sales pada pertengahan November dan Desember 2016,. Alhasil, marketing sales emiten ini sudah mencapai Rp 5,2 triliun atau 76% dari target pada 2016.

Analis Daewoo Securities Franky Rivan menilai bahwa permintaan properti tahun depan akan meningkat. Ini seiring kondisi ekonomi makro yang membaik, penurunan bunga kredit dan relaksasi aturan loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR).

Menurut Franky, berbagai katalis positif ini bakal menjadi berkah bagi PWON. Selain penjualan, PWON juga diuntungkan dari kenaikan harga sewa. Menurut Franky, PWON bisa mengerek harga sewa sehingga mendongkrak pendapatan berulang (recurring income).

Itu sebabnya, prospek PWON ke depan masih cerah. Franky memperkirakan, pendapatan PWON tahun depan mencapai Rp 7,5 triliun dengan laba Rp 2,07 triliun.

Namun, menurut Franky, dari semua dana amnesti pajak yang nanti masuk, efek ke sektor properti akan kecil sekali. "Cenderung kecil atau kurang dari 5% masuk ke sektor properti secara langsung. Kami tetap konservatif," ujarnya kepada KONTAN, Jumat.

Franky berpandangan bearish untuk penjualan properti tahun depan. Pasalnya dia memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga dari BI. "Sepertinya tidak mungkin BI tidak menaikkan karena level nilai tukar kita dan akan terimbas inflasi tingi," ujarnya.

Adapun analis BCA Sekuritas Michael Ramba mengatakan bahwa industri properti dalam posisi wait and see. Pasalnya, baik pembeli dan pengembang menunjukkan keengganan. "Mayoritas pembeli, terutama di segmen menengah atas masih ragu apakah akan membeli atau berinvestasi di properti, meski tahap pertama amnesti pajak sukses," kata Michael.

Menurut Michael banyak pengembang yang juga masih berhati-hati meluncurkan proyek-proyek baru karena berpikir permintaan belum akan pulih dalam waktu dekat. "Oleh karena itu, peluncuran beberapa proyek baru yang dijadwalkan untuk 2017 mungkin ditunda," kata dia.

Jovent dan Franky memilih saham PWON. Jovent yakin, tahun depan PWON akan bisa membukukan marketing sales yang lebih baik selepas amnesti pajak.

PWON juga memiliki recurring income besar. "Karena kami melihat emiten properti ada kesulitan luar biasa untuk mengakui pendapatannya, jadi percuma jualan laku tapi pembayaran dari customer susah," kata Franky. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Kiat Cepat Baca Laporan Keuangan Untuk Penentuan Strategi dan Penetapan Target KPI Banking and Credit Analysis

[X]
×