kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Penjualan Azko (ACES) Lima Bulan Naik 6% Meski Telah Kerek Harga Jual 10%


Rabu, 24 Juni 2026 / 16:27 WIB
Penjualan Azko (ACES) Lima Bulan Naik 6% Meski Telah Kerek Harga Jual 10%
ILUSTRASI. Salah satu gerak AZKO milik PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) (DOK/PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES))


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan pertumbuhan kinerja penjualan kinerja penjualan sepanjang lima bulan pertama 2026. Realisasi kinerja ACES dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar. 

Berdasarkan riset Maybank Sekuritas Indonesia pada 23 Juni 2026, penjualan ACES mencapai sekitar Rp 3,77 triliun atau tumbuh 6,1% secara tahunan. Realisasi ini setara dengan sekitar 40% dari estimasi tahun penuh baik versi Maybank maupun konsensus pasar. Penjualan secara bulanan pada Mei 2026 juga menunjukkan pertumbuhan baik secara bulanan maupun tahunan masing-masing 4,1%, meskipun berada dalam kondisi sentimen belanja diskresioner yang masih lemah.

Yang menarik, menurut Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jennifer Henry dalam riset, kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sekitar 10% pada April 2026 untuk sekitar 10.000 SKU berhasil diterima pasar dengan baik. Strategi ini dilakukan untuk mengimbangi pelemahan rupiah terhadap yuan yang mencapai sekitar 18% secara tahunan. "Dampaknya justru positif terhadap kualitas transaksi, dengan tingkat konversi meningkat 22% dan ukuran keranjang belanja naik 10% secara tahunan,” tutur Jennifer dalam riset. 

Baca Juga: IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883, Top Losers LQ45:BUMI, DEWA, CUAN, Rabu (24/6)

Maybank Sekuritas menilai hal ini mengindikasikan loyalitas konsumen yang masih kuat terhadap merek ACES, terutama di tengah pergeseran perusahaan yang semakin banyak mengandalkan rantai pasok berbasis China, dengan porsi COGS dari RMB kini mencapai 75%–80%.

Dari sisi pertumbuhan penjualan toko yang sama alias same-store sales growth (SSSG), ACES mencatat pembalikan positif menjadi 2,1% dalam lima bulan di 2026, dari sebelumnya minus 2,7% pada periode yang sama tahun lalu. Meski sedikit di bawah ekspektasi Maybank sebesar 4%, angka ini masih berada dalam panduan manajemen di kisaran 2% hingga 4%. 

Jakarta menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 4,4% didorong program peremajaan gerai yang meningkatkan trafik pengunjung, sementara wilayah Jawa di luar Jakarta tumbuh 3%. Sebaliknya, wilayah di luar Jawa masih stagnan dengan pertumbuhan -0,2%.

Menurut Jennifer, prospek ACES tetap menarik, terutama karena potensi pemulihan laba yang diproyeksikan naik 10,3% pada 2026 dan berlanjut dengan pertumbuhan dua digit di kisaran 14% pada 2027–2028. Selain pertumbuhan organik SSSG yang mulai stabil, ekspansi gerai baru di bawah merek AZKO dan NEKA juga menjadi pendorong utama. "Hingga Mei 2026, perusahaan telah membuka empat gerai AZKO dan dua NEKA, masih di bawah target tahunan masing-masing 25–30 dan 40–50 gerai,” terang dia dalam riset. 

Maybank Sekuritas Indonesia kembali menegaskan pandangan positif terhadap saham dengan mempertahankan rekomendasi buy dan target harga di level Rp 500 per saham. Saham ACES pada Rabu (24/6/2026) ditutup naik 0,61% di Rp 332 per saham. 

Jennifer menyebut ACES berada di ambang earnings growth inflection atau titik balik pertumbuhan laba yang didukung kombinasi ekspansi gerai, pembaruan produk, serta efisiensi operasional di kota-kota tier dua dan tiga yang masih belum banyak terpenetrasi.

Meski begitu, Jennifer juga mengingatkan adanya risiko yang perlu diperhatikan investor, terutama potensi pelemahan rupiah yang signifikan serta kemungkinan SSSG atau margin EBIT yang berada di bawah ekspektasi. "Namun demikian, dari sisi valuasi, ACES dinilai masih menarik dengan PER tahun 2026 sekitar 7,8 kali atau berada di bawah rata-rata tiga tahun, disertai imbal hasil dividen yang tinggi di kisaran 9,6%,” pendapat dia. 

Dengan kombinasi valuasi yang murah, yield yang kuat, dan potensi pemulihan pertumbuhan laba, ACES menurut Jennifer tetap menawarkan profil risk-reward yang atraktif di sektor ritel Indonesia.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Sektor Konsumer Berpeluang Rebound, Ini Saham Pilihan

Hingga akhir tahun 2026, pendapatan ACES diperkirakan mencapai Rp 9,37 triliun dengan laba bersih Rp 737 miliar. Sementara itu pada tahun 2027, pendapatan dan laba bersih ACES diproyeksi mencapai Rp 10,32 triliun dan Rp 846 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×