kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penguatan rupiah awet, begini prospek reksadana dolar AS


Rabu, 19 Februari 2020 / 20:56 WIB
Penguatan rupiah awet, begini prospek reksadana dolar AS
ILUSTRASI. Kinerja reksadana dolar AS diyakini masih akan mencatatkan penguatan di tahun ini.

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak akhir tahun lalu, dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi kinerja reksadana berbasis dolar AS tahun. Bahkan, kinerja reksadana dolar AS diyakini masih akan mencatatkan penguatan di tahun ini.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, setiap reksadana dolar AS memiliki peruntukan yang berbeda, kembali pada kebutuhan investor. Untuk reksadana yang diinvestasikan di luar negeri, menurutnya tidak akan terdampak banyak. Sebaliknya, untuk reksadana dollar AS yang bersifat konvensional atau diinvestasikan di Indonesia kemungkinan akan tertekan.

"Reksadana dolar AS untuk asset under management (AUM) ini, relatif campuran maupun pendapatan cukup bagus. Sedangkan reksadana dolar AS saham, rata-rata masih positif, khususnya global syariah fund," jelas Wawan kepada Kontan.co.id, Rabu (19/2).

Baca Juga: Simak racikan portofolio di tengah ancaman virus corona

Wawan menyebutkan, untuk reksadana dolar AS saham yang ditempatkan di luar negeri yakni reksadana global syariah fund menunjukkan pergerakan relatif baik secara year to date (ytd) di 2020. Hanya saja untuk reksadana dolar AS konvensional Wawan menyebutkan bahwa kinerjanya masih cenderung negatif sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini masih negatif.

Ke depan, Wawan masih optimistis prospek reksadana saham masih akan positif, khususnya untuk produk yang diinvestasikan ke luar negeri. Apalagi, secara ytd pertumbuhan reksadana dolar saham rata-rata 1%. "Kalau kenaikan itu bisa dipertahankan, produk reksadana global syariah fund diharapkan bisa tumbuh 5% hingga 6%," ungkapnya.

Baca Juga: Risiko Global Berlanjut, Ekonomi Butuh Stimulus

Sedangkan reksadana pendapatan tetap dolar AS tahun ini mampu memberikan hasil optimal dengan tumbuh sekitar 4% hingga 5%. Menurut Wawan, jenis reksadana pendapatan tetap akan lebih menarik tahun ini, karena berbasis obligasi dan minim risiko. Sedangkan untuk reksadana campuran dalam bentuk dolar AS diperkirakan mampu tumbuh sekitar 2% hingga 3% tahun ini.

Adapun sentimen yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar yakni terkait perkembangan virus Korona. Di samping itu, ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) masih akan memangkas suku bunga acuannya sekali lagi tahun ini, bakal menjadi sentimen positif bagi reksadana pendapatan tetap dollar AS.

"Strategi untuk reksadana dolar AS, investor bisa menempatkan 50% dananya pada reksadana pendapatan tetap, 30% di pasar uang dan 20% di saham," tandas Wawan.




TERBARU

Close [X]
×