kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Pengendali Sido Muncul Buka Peluang Gandeng Investor Strategis, Ini Catatan Analis


Rabu, 14 Januari 2026 / 20:40 WIB
Pengendali Sido Muncul Buka Peluang Gandeng Investor Strategis, Ini Catatan Analis
ILUSTRASI. Pengendali SIDO membuka opsi divestasi saham. Transaksi potensial ini bernilai fantastis, mencapai US$ 1 miliar. Simak siapa calon investor yang tengah dijajaki keluarga Hidayat. (Dok/SIDO)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), perusahaan jamu terbesar di Indonesia, tengah mempertimbangkan sejumlah opsi strategis, termasuk divestasi sebagian kepemilikan saham.

"Keluarga Hidayat, yang menguasai sekitar 78% saham Sido Muncul melalui PT Hotel Candi Baru, terbuka untuk menggandeng investor strategis guna membawa bisnis perusahaan ke level yang lebih tinggi," ujar Komisaris SIDO Venancia Sri Indrijati Wijono dalam laporan Bloomberg, Rabu (14/1/2026).

Sumber yang mengetahui pembahasan ini menyebutkan bahwa keluarga Hidayat selaku pengendali sedang berdiskusi dengan sejumlah bank, dan transaksi tersebut berpotensi memiliki valuasi sekitar US$ 1 miliar. Para sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena pembicaraan masih bersifat privat.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) Incar Laba Bersih 8% pada 2026, Cek Prospek Kinerjanya

Venancia mengatakan, minat dari beberapa calon investor tengah dijajaki, namun belum ada langkah lanjutan yang diambil. Ia enggan mengomentari besaran saham yang kemungkinan dilepas, sambil menegaskan bahwa perusahaan tidak terburu-buru dan saat ini fokus utama masih pada peningkatan kinerja.

Menanggapi wacana tersebut, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai rencana masuknya investor strategis berpotensi memberikan sentimen positif bagi SIDO, terutama apabila melibatkan pemain global.

Menurutnya, kehadiran mitra strategis dapat menjadi game changer karena membuka akses distribusi ekspor secara lebih cepat tanpa harus membangun jaringan dari awal.

 

Dari sisi investasi, Wafi menyarankan investor untuk mempertimbangkan strategi bertahan atau akumulasi saham.

"Saya lihat ini bukan sinyal pengendali keluar, tapi lebih ke strategi ekspansi," kata Wafi kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).

Investor juga disarankan mencermati valuasi transaksi yang umumnya berada di atas harga pasar, serta profil mitra yang digandeng. Apabila investor yang masuk merupakan mitra strategis murni dan bukan sekadar private equity, prospek jangka panjang SIDO dinilai akan semakin solid.

Selanjutnya: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (15/1) Jabodetabek Hujan Amat Deras di Wilayah Ini

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (15/1) Jabodetabek Hujan Amat Deras di Wilayah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×