kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.927   17,00   0,10%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pengembangan Talenta Blockchain dan Web3 Menjadi Fokus Industri


Jumat, 16 Januari 2026 / 11:32 WIB
Pengembangan Talenta Blockchain dan Web3 Menjadi Fokus Industri
ILUSTRASI. Beasiswa Future Innovators In Rising Economy (FIRE) di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap teknologi blockchain dan Web3, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu isu kunci yang ikut menentukan posisi Indonesia dalam ekosistem tersebut. Perguruan tinggi dan pelaku industri mulai mencari pola kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri yang terus bergerak cepat.

Salah satu inisiatif adalah program Future Innovators in Rising Economy (FIRE) dari Triv Foundation bersama MEXC Foundation.  CEO dan Founder Triv, Gabriel Rey menilai, tingginya minat tersebut mencerminkan kesiapan generasi muda Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam industri blockchain, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengembang dan inovator.

Program beasiswa tersebut merupakani rangkaian pembelajaran yang mengombinasikan pendidikan dasar, pendampingan, serta pengenalan langsung terhadap praktik industri. Sejak diumumkan pada November 2025, program ini telah memasuki tahap seleksi dan onboarding.

Latar belakang peserta beragam, mulai dari bidang teknik dan teknologi hingga ekonomi, bisnis, dan manajemen. Termasuk peserta non-teknis yang memiliki minat pada blockchain dan Web3.

Menurut CEO dan Founder Triv, Gabriel Rey,  keragaman latar belakang tersebut menunjukkan, ekosistem blockchain semakin menarik perhatian lintas disiplin. "Kurikulum program disusun dengan pendekatan berbasis kebutuhan industri," kata Gabriel, Kamis (15/1). 

Baca Juga: Menjelajah Banyak Token Blockchain Kini Bisa Hanya Dari Satu Aplikasi

Materi mencakup pemahaman fundamental blockchain dan Web3, studi kasus penggunaan nyata, serta pengembangan keterampilan non-teknis seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi. Melalui sesi mentorship, peserta dibimbing oleh praktisi industri untuk mengerjakan simulasi persoalan riil agar pembelajaran tidak berhenti pada tataran teori.

Triv Foundation menjadi penghubung antara dunia akademik dan industri. Memastikan materi pembelajaran relevan dengan kondisi lapangan. Termasuk aspek regulasi, kepatuhan, dan praktik terbaik. Pendekatan ini untuk mempersiapkan talenta yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami konteks profesional industri blockchain.

Sementara itu, Country Manager Indonesia MEXC Foundation, Excelsior menyebut Indonesia sebagai salah satu fokus strategis di Asia Tenggara, didukung oleh besarnya populasi muda dan cepatnya adopsi teknologi digital. "Program FIRE dapat menjadi sarana pengenalan talenta Indonesia ke standar global, sekaligus membuka peluang kontribusi di proyek-proyek internasional," katanya. 

Selanjutnya: Taiwan Bidik Kemitraan Strategis AI dengan AS Lewat Kesepakatan Tarif

Menarik Dibaca: Starbucks hingga PHD Hemat! Ini 8 Daftar Promo Long Weekend Isra Miraj Paling Viral

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×