kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pengamat: Financial planner harus diawasi OJK


Senin, 17 Februari 2014 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi HP Samsung Keluaran Terbaru 2022, Lengkap dari Galaxy A Series


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ranah profesi perencana keuangan memang abu-abu. Tidak ada aturan yang mengikat dari profesi ini. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebaiknya membuat aturan yang jelas mengenai pekerjaan perencana keuangan ini.

Hal tersebut guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Yanuar Rizki, Pengamat Pasar Modal berpendapat profesi financial planner perlu untuk diregulasi.

"Sepanjang ada konflik kepentingan, itu ranah regulasi," ujarnya, Senin (17/2).

Kalau perencana keuangan hanya sekedar memberikan nasihat keuangan, tentu tidak akan masalah. Tetapi, kalau sudah jualan produk, menurut Yanuar, ini harus ada aturannya. Jangan sampai, para perencana  keuangan ini menerima manfaat dari para pemilik produk investasi juga.

Sejatinya, kata Yanuar, perencana keuangan secara etika tidak boleh menawarkan produk investasi apapun. Karena, ada konflik kepentingan di dalamnya. "Tapi kan yang begini tidak diatur," kata dia. Maka dari itu, ia menyerankan agar financial planner juga menjadi bagian dari pengawasan OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×