kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penerbitan surat utang tahun 2019 meningkat 9%


Kamis, 16 Januari 2020 / 15:51 WIB
Penerbitan surat utang tahun 2019 meningkat 9%
ILUSTRASI. Kenaikan penerbitan surat utang sepanjang 2019 mencapai 9,42% menjadi Rp 146,19 triliun.

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, kenaikan penerbitan surat utang sepanjang 2019 mencapai 9,42% menjadi Rp 146,19 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 132,42 triliun. 

Dari capaian tersebut, sektor Lembaga Keuangan Khusus (LKK) berada di peringkat teratas dengan total emisi Rp 31,37 triliun. Jika dibandingkan secara tahunan, penerbitan surat utang sektor ini melesat 42,81% dari sebelumnya Rp 17,94 triliun.

Selanjutnya ada sektor multifinance yang membukukan kenaikan emisi surat utang 10,45% menjadi Rp 26,42 triliun, dibandingkan 2018 yakni Rp 23,92 triliun. Sedangkan penerbitan surat utang dari sektor perbankan tercatat turun 6,82% dari Rp 26,07 triliun menjadi Rp 24,29 triliun. 

Baca Juga: Pefindo dibanjiri mandat MTN di awal 2020

"Pergeseran yang terjadi, mungkin terkait adanya switching sumber pendanaan selain bank, karena iklim suku bunga. Sehingga, emiten banyak ambil momentum saat ini untuk menerbitkan obligasi mengganti kredit perbankan yang bunganya cenderung masih mahal," ujar Kepala Divisi Pemeringkatan Lembaga Keuangan Pefindo Hendro Utomo, Kamis (16/1).

Sedangkan untuk total penerbitan surat utang dengan pemeringkatan Pefindo juga meningkat 8,67% dari Rp 111,28 triliun menjadi Rp 121,85 triliun. Penerbitan dengan total emisi terbanyak berasal dari sektor LKK yakni Rp 30,87 triliun. Sedangkan untuk jenis surat utang yang paling banyak diterbitkan yakni obligasi, dengan total Rp 90,47 triliun dari total 22 sektor.

Untuk tahun ini, Pefindo menilai prospek penerbitan surat utang masih akan positif, tercermin dari mandat yang sudah mencapai Rp 40,67 triliun per 15 Januari 2020.




TERBARU

Close [X]
×