kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Pendapatan turun, rugi bersih Atlas Resources (ARII) melesat di 2020


Kamis, 03 Juni 2021 / 07:20 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja PT Atlas Resources Tbk (ARII) kurang mengesankan di tahun 2020 lalu. Buktinya, emiten tambang batubara ini menderita rugi bersih US$ 13,94 juta sepanjang tahun lalu.

Asal tahu saja, realisasi rugi bersih ini naik 300,4% dari rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2019 lalu yang hanya US$ 3,45 juta.

Tertekannya bottomline ARII tidak terlepas dari penurunan pendapatan perusahaan di tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan ARII hanya US$ 42,16 juta, turun 32,86% dari pendapatan di 2019 yang US$ 62,80 juta.

Secara rinci, pendapatan ARII didominasi oleh penjualan batubara, yakni mencapai US$ 36,60 juta atau 86% dari pendapatan total. Sisanya, yakni sebesar US$ 5,55 juta merupakan pendapatan lainnya.

Adapun rincian pelanggan yang memiliki transaksi lebih dari 10% dari jumlah pendapatan usaha adalah kepada Mercuria Energy Trading Pte Ltd (MET) senilai US$ 16,26 juta dan China Commodities Solution (HK), limited (CCS) sebesar US$ 4,25 juta. Tahun lalu, ARII tidak mencatatkan penjualan kepada Butterworth Trading Ltd (BT) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga: Ini rekomendasi saham komoditas usai sejumlah negara lakukan lockdown

 

ARII juga berhasil memangkas sejumlah bebannya sepanjang 2020. Beban pokok pendapatan misalnya, menurun 24,3% dari semula US$ 62,76 juta menjadi US$  47,47 juta. Beban usaha menurun 33%, dari semula US$ 7,32 juta menjadi US$ 4,90 juta.  Beban keuangan juga terpantau menurun, dari semua US$ 7,60 juta menjadi US$ 3,62 juta.

Per Desember 2020, ARII mencatatkan jumlah aset senilai US$ 360,80 juta, yang terdiri atas liabilitas senilai US$ 332,58 juta dan ekuitas senilai US$ 28,21 juta.  Adapun kas dan setara kas ARII menurun dari semula US$ 1,35 juta pada 2019 menjadi US$ 506.000 per akhir 2020.  

Selanjutnya: Melihat prospek saham emiten komoditas pasca Malaysia, India dan Australia lockdown

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×