kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Pendapatan Turun 51,9% di Semester I-2026, Proline (PRDL) Fokus Diversifikasi Produk


Rabu, 05 Agustus 2026 / 18:42 WIB
Pendapatan Turun 51,9% di Semester I-2026, Proline (PRDL) Fokus Diversifikasi Produk
ILUSTRASI. Prodia Diagnostic Line (PRDL) atau Proline cetak pendapatan sebesar Rp 13,7 miliar, turun 51,9% YoY secara tahunan (YoY) di semester I-2026 (Dok/ProLINE)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline cetak kinerja kurang menggembirakan pada Semester I-2026. Di mana, PRDL  mencatatkan pendapatan sebesar Rp 13,7 miliar, turun 51,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp 28,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pendapatan ini terutama dipengaruhi oleh pergeseran waktu pembelian pelanggan seiring penambahan metode Point-of-Care Testing (POCT) Lipid Panel sebagai alternatif pemeriksaan profil lipid. Perubahan ini berdampak pada pola dan komposisi pembelian selama masa transisi.

Manajemen PRDL mengatakan, kondisi ini bersifat sementara. “Penyesuaian ini lebih mencerminkan transisi produk dan pergeseran waktu pembelian, bukan penurunan kebutuhan diagnostik maupun hilangnya pelanggan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Peningkatan Frekuensi Belanja Konsumen Dorong Kinerja (AMRT) pada Semester I-2026

Meski demikian, basis pelanggan Perseroan tetap terjaga. Sekitar 69% pendapatan pada Semester I-2026 berasal dari pelanggan swasta, sementara segmen instrumen mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 172% YoY menjadi Rp 5,8 miliar.

Sejalan dengan penurunan volume penjualan, laba kotor tercatat sebesar Rp 4,5 miliar dengan gross profit margin (GPM) sebesar 33,0%. Margin ini mencerminkan fase awal ramp-up fasilitas produksi baru, termasuk mulai dibukukannya depresiasi gedung sejak semester II-2025.

Pada level operasional, PRDL membukukan rugi sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (LBITDA) sebesar Rp 4,3 miliar, berbalik dari EBITDA positif Rp 9,3 miliar pada Semester I-2025. Sementara itu, PRDL juga mencatatkan rugi usaha tercatat Rp 7,6 miliar dan rugi bersih mencapai Rp 8,8 miliar.

Manajemen menegaskan bahwa Perseroan tetap menjaga kesiapan operasional untuk mendukung pertumbuhan ke depan.

“Dengan struktur biaya dan kapasitas produksi yang telah tersedia, peningkatan volume penjualan diharapkan dapat memperkuat operating leverage serta mendukung normalisasi profitabilitas secara bertahap,” tulisnya.

Ke depan, PRDL tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan. PRDL menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang 2026, didorong oleh komersialisasi produk baru dan peningkatan utilisasi kapasitas produksi.

PRDL juga tengah memperkuat diversifikasi sumber pendapatan melalui pengembangan solusi POCT dan perluasan layanan kalibrasi. Saat ini, terdapat 27 produk dalam pipeline pengembangan, dengan 15 produk ditargetkan meluncur pada tahun ini.

 

“Penguatan solusi POCT dan pengembangan produk baru menjadi bagian dari strategi untuk memperluas cakupan layanan diagnostik serta membuka sumber pertumbuhan baru,” jelas manajemen.

Dari sisi operasional, optimalisasi fasilitas produksi baru menjadi fokus utama untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat operating leverage. Peningkatan utilisasi diharapkan mampu mendorong perbaikan margin dan profitabilitas secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×