kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pendapatan iklan politik tak sebesar tahun 2009


Selasa, 01 April 2014 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Harga Saham GOTO & BELI Beda Nasib di Perdagangan Bursa Selasa (8/11)


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Berkah banjir iklan politik di tahun pemilu tampaknya tak akan dirasakan terlalu besar bagi perusahaan media seperti PT Surya Cipta Televisi (SCTV) dan PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), anak usaha dari EMTEK grup Sariatmadja.

Sutanto Hartono, Direktur Utama EMTK mengatakan, Pemilu memang memiliki pengaruh terhadap pemasukan iklan televisi. Namun, tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini agak unik  karena sebagian besar parpol sudah memiliki media atau televisi sendiri. Sehingga, otomatis mereka akan mengeluarkan pembelanjaan lebih besar ke televisi masing-masing," ujarnya.

Sutanto memperkirakan, kenaikan pendapatan iklan tak akan signifikan pada tahun ini. Bahkan, ia memprediksi, belanja iklan tak akan lebih dari 10% dari total kue iklan di seluruh televisi yang mencapai Rp 25 triliun per tahunnya.

Meski demikian, EMTK menargetkan pertumbuhan kinerja di atas 15% dari sektor media yakni Indosiar dan SCTV pada tahun ini. "Kita masih optimis di atas pertumbuhan rata-rata industri tahun ini," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×