kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45934,39   6,03   0.65%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pendapatan dan Laba Bersih Indocement (INTP) Kompak Naik di Tahun 2022


Selasa, 28 Maret 2023 / 10:25 WIB
Pendapatan dan Laba Bersih Indocement (INTP) Kompak Naik di Tahun 2022
ILUSTRASI. Fasilitas produksi semen PT?Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang cetak kenaikan pendapatan dan laba bersih di tahun 2022


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil meningkat sepanjang tahun lalu. Emiten produsen Semen merk Tiga Roda ini membukukan laba bersih senilai Rp 1,84 triliun sepanjang 2022. Angka ini naik tipis 3,03% dari realisasi laba bersih di 2021 sebesar Rp 1,78 triliun.

Kenaikan laba bersih ini membuat laba per saham INTP naik menjadi Rp 529,44 dari sebelumnya Rp 486,79.

Melansir laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/3), kenaikan laba bersih sejalan dengan kenaikan pendapatan, di mana INTP membukukan pendapatan senilai Rp 16,32 triliun. Jumlah ini naik 10,5% dari pendapatan di 2021 sebesar Rp 14,77 triliun.

Baca Juga: Emiten Semen Didukung Pembangunan IKN, Simak Rekomendasi Saham SMGR dan INTP

Penjualan semen kepada pihak ketiga menjadi penopang kinerja INTP, yakni sebesar Rp14,75 triliun, disusul Penjualan beton siap pakai senilai Rp 1,29 triliun.

Ada pula penjualan semen kepada pihak berelasi senilai Rp 246,70 miliar dan penjualan agregat kepada pihak ketiga senilai Rp 29,7 miliar

Berdasarkan segmentasi geografis, pendapatan INTP didominasi oleh penjualan domestik ke wilayah Pulau Jawa, yakni mencapai Rp 11,68 triliun. Sementara penjualan ke luar Jawa senilai Rp 4,39 triliun. Indocement juga mencatat ekspor kepada pihak berelasi senilai Rp 246,70 miliar.

 

Kenaikan pendapatan turut mengerek sejumlah beban INTP. Misalkan beban pokok pendapatan yang naik 16% menjadi Rp 11,18 triliun dari sebelumnya Rp 9,64 triliun.

Beban penjualan naik 0,7% menjadi Rp 2,61 triliun, serta beban umum dan administrasi meningkat 15,68% menjadi Rp 719 miliar dari sebelumnya Rp 621,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×