kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pendapatan dan laba Adaro Energy (ADRO) turun sepanjang 2019


Rabu, 04 Maret 2020 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. pertambangan batubara ADARO Indonesia PT Adaro Energy Tbk ADRO


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat penurunan kinerja baik dari pendapatan maupun laba bersih sepanjang tahun 2019.

ADRO membukukan pendapatan US$ 3,46 miliar di tahun lalu. Jumlah tersebut turun 4,42% dari pendapatan tahun 2018 yang tercatat US$ 3,62 miliar. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga turun 3,24% yoy dari US$ 417,72 juta menjadi US$ 404,19 juta.

Penurunan pendapatan terjadi pada pos penjualan batubara kepada pihak ketiga baik ekspor maupun domestik. ADRO hanya berhasil mengekspor sebesar US$ 2,55 miliar, turun dari capaian 2018 yang mencapai US$ 2,71 miliar. Sementara penjualan domestik tercatat sebesar US$ 607,81 juta, turun dari perolehan sebelumnya yang sebesar US$ 635,81 juta.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) optimistis ekspor tak terganggu penurunan konsumsi batubara China

Sementara itu pendapatan dari jasa pertambangan domestik malah meningkat dari US$ 205,87 juta menjadi US$ 218,4 juta. Penjualan batubara kepada pihak berelasi di dalam negeri juga naik signifikan yaitu 289,57% dari US$ 3,23 juta menjadi US$ 12,59 juta.

Selain penurunan pendapatan, kenaikan beban ADRO juga ikut menekan laba. Pada pos beban pokok pendapatan, ADRO terlihat merogoh kantong US$ 2,49 miliar atau naik 3,32% yoy dari US$ 2,41 miliar. Ini saja telah membuat laba kotor perusahaan turun 20,3% dari US$ 1,21 miliar menjadi US$ 964,59 juta.

Kenaikan beban pokok pendapatan ini berasal dari beban penjualan batubara yang sebesar US$ 2,27 miliar atau naik 3,65%. Lalu beban usaha juga meningkat 19,9% dari US$ 193,4 juta menjadi US$ 232,58 juta. Meski beban lain-lain turun 7,91% yoy dari US$ 124,3 juta menjadi US$ 114,46 juta.

Baca Juga: Realisasi Tahun Lalu Naik 7%, Target Produksi Batubara Adaro (ADRO) Tahun Ini Stagnan

Di sisi lain, ADRO memiliki aset US$ 7,22 miliar, naik 2,27% dari US$ 7,06 miliar. Di mana jumlah liabilitas tercatat sebesar US$ 3,23 miliar dan ekuitas sebesar US$ 3,98 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×