kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan Tekan Saham UNTR, ASII, & INRU, Ini Saran Analis


Rabu, 21 Januari 2026 / 16:00 WIB
Pencabutan Izin Pemanfaatan Hutan Tekan Saham UNTR, ASII, & INRU, Ini Saran Analis
ILUSTRASI. Menara Astra (Dok/ASII ). Pencabutan izin hutan menekan UNTR dan ASII, namun INRU hadapi risiko material. Simak analisis Kiwoom Sekuritas untuk strategi investasi Anda.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sentimen pencabutan izin pemanfaatan hutan oleh pemerintah menekan saham emiten berbasis sumber daya alam pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra International Tbk (ASII) tercatat anjlok, sementara risiko terbesar dinilai berada pada PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menilai, pencabutan izin tersebut memang menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi UNTR, ASII, dan INRU. Namun, dampak fundamentalnya berbeda pada masing-masing emiten.

Baca Juga: Izin Hutan Dicabut, Saham UNTR, ASII dan INRU Tertekan: Ini Rekomendasi Analis

“Untuk UNTR dan ASII, dampak fundamental relatif terbatas karena eksposur langsung ke konsesi kehutanan bukan kontributor utama laba. Pelemahan saham keduanya lebih mencerminkan reaksi pasar yang overreact terhadap isu regulasi dan ketidakpastian kebijakan,” ujar Miftahul kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, koreksi harga saham UNTR dan ASII saat ini belum mencerminkan perubahan signifikan pada prospek bisnis inti kedua grup tersebut yang memiliki portofolio usaha terdiversifikasi.

Berbeda halnya dengan INRU. Menurut Miftahul, pencabutan izin pemanfaatan hutan (PBPH) berpotensi berdampak lebih material karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan operasional dan pasokan bahan baku perseroan.

Baca Juga: Menakar Saham UNTR, Antara Faktor Harga Batubara, Bisnis Alat Berat, & Kemilau Emas

“Untuk INRU, dampaknya lebih signifikan karena izin PBPH berhubungan langsung dengan operasional. Prospek jangka pendeknya menjadi lebih menantang hingga ada kejelasan izin baru atau alternatif sumber pasokan bahan baku,” jelasnya.

Dari sisi risiko, Miftahul mengingatkan investor untuk mencermati keberlanjutan kebijakan penertiban izin pemanfaatan kawasan hutan, terutama bagi emiten yang bersinggungan langsung dengan sektor kehutanan dan sumber daya alam.

Terkait rekomendasi, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi hold untuk saham ASII dengan target harga Rp7.400 per saham.

Baca Juga: Invesco dan Allianz Konsisten Borong Saham UNTR Hingga Oktober, Blackrock Beda Arah

Sementara untuk UNTR dan INRU, investor disarankan bersikap wait and see sambil menunggu perkembangan lanjutan terkait kebijakan dan kejelasan izin.

Selanjutnya: Risiko Keamanan Migas Membentuk Persepsi Pasar Minyak Global

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 21-26 Januari 2026, Snack-Body Care Diskon hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×