kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Penawaran saham perdana SMR Utama kelebihan permintaan lima kali


Senin, 03 Oktober 2011 / 19:58 WIB
Penawaran saham perdana SMR Utama kelebihan permintaan lima kali
ILUSTRASI. Sakit perut adalah salah satu ciri-ciri cacingan yang sebaiknya Anda perhatikan. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can


JAKARTA. Kendati pasar tengah bergejolak, penawaran saham perdana PT SMR Utama Tbk laris manis. Direktur PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas Andri Rukminto mengaku, penawaran saham perdana SMR Utama kelebihan hingga lima kali,

AAA Sekuritas adalah penjamin emisi penawaran saham perdana SMR Utama. Andri mengatakan, SMR tidak akan menambah jumlah saham yang ditawarkan kendati kelebihan permintaan. "Kebutuhan emiten sudah tercukupi," katanya, Senin (3/10).

Sebagai catatan, SMR Utama melepas sebanyak 500 juta saham atau setara dengan 33,33%. Harga penawaran IPO SMR dipatok Rp 600 per saham, artinya perusahaan akan mendapatkan dana segar mencapai Rp 300 miliar dari penawaran saham perdana ini.

Andri mengungkapkan, mayoritas pemesan saham SMR adalah investor lokal. Sayang, dia tidak menjelaskan berapa porsi investor lokal dan asing.

Menurutnya, sebanyak Rp 250 miliar dari hasil penawaran saham perdana ini akan digunakan sebagai modal disetor. Dari dana tersebut, sekitar Rp 25,55 miliar atau 8,96% akan digunakan untuk menambah armada alat berat, yaitu enam unit excavator merk Caterpilar 320D dan tiga unit buldozer merk Komatsu FD50-8.

Selain itu, sekitar Rp 25 miliar atau 8,77% untuk meningkatkan jumlah armada kendaraan yang meliputi 20 unit truk angkutan, dan 15 unit dump truk. Sebesar Rp 25 miliar atau 8,77% untuk peningkatan jalan di area pertambangan di Desa Supul dan Desa Noebesa Nusa Tenggara Timur.

Tak hanya itu, dana IPO juga rencananya akan digunakan untuk pembangunan stock pile dan fasilitas crushing & washing di area tambang sebesar Rp 20 miliar, sementara Rp 10 miliar atau 3,51%-nya untuk pembangunan kantor, tempat tinggal karyawan, kantin, klinik, tempat ibadah, pasokan air dan listrik serta sarana komunikasi.

Sedangkan Rp 8 miliar atau 2,81% untuk biaya eksplorasi SMR, Rp 54 miliar atau 18,95% untuk modal kerja, dan Rp 82,45 miliar atau 28,93% untuk melunasi utang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×