Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai prospek emiten konsumer masih ditopang oleh sejumlah sentimen positif. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif stabil di kisaran 5%.
Selain itu, inflasi yang masih terjaga dalam target sekitar 2,5% dinilai membantu menjaga daya beli rumah tangga. Nafan juga menyoroti perkembangan digitalisasi dan e-commerce yang semakin mendukung konsumsi domestik. Emiten berbasis FMCG, menurutnya, kian agresif mengoptimalkan strategi penjualan melalui pendekatan omni-channel.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (8/10)
Dari sisi strategi perusahaan, emiten konsumer tidak hanya mengandalkan omni-channel, tetapi juga berfokus pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi guna menekan biaya.
"Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki margin laba bersih," ucap Nafan kepada Kontan, Minggu (28/12/2025).
Nafan menambahkan, emiten seperti UNVR terus melakukan inovasi produk di segmen FMCG, ditopang oleh kekuatan merek yang solid, serupa dengan grup Indofood.
Namun demikian, terdapat pula sejumlah sentimen yang berpotensi menjadi tekanan. Pergerakan depresiasi rupiah berisiko meningkatkan biaya impor bahan baku.
Baca Juga: Dana Asing Berpotensi Keluar Hingga Akhir Tahun 2025, Cek Saham Rekomendasi Analis
Di samping itu, tingkat persaingan di sektor FMCG tergolong sangat ketat. Faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global juga dapat menahan permintaan, terutama bagi emiten konsumer yang memiliki porsi ekspor.
Rekomendasi Saham
Nafan merekomendasikan accumulative buy saham MYOR di target harga Rp 2.420 per saham dan Add saham UNVR dengan target harga di posisi Rp 2.930 per saham.
Sementara itu, Baruna menaikkan rekomendasi sektor konsumer dari netral menjadi overweight karena pemulihan konsumsi yang bertahap apada 2026 dan dukungan pertumbuhan ekonomi.
"Kami memperkirakan consumer staples akan menjadi pemenang awal dari membaiknya konsumsi pada semester I-2026, diikuti oleh emiten ritel menengah ke atas pada semester II-2026," jelas Baruna.
Dus, Baruna menyarankan Add saham CMRY, MAPA dan MYOR di target harga masing-masing Rp 7.700, Rp 1.010 dan Rp 2.740 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)