kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Pemilu Paruh Waktu AS Jadi Perhatian, Risiko Politik Berpotensi Dorong Harga Emas


Rabu, 19 Agustus 2026 / 18:26 WIB
Pemilu Paruh Waktu AS Jadi Perhatian, Risiko Politik Berpotensi Dorong Harga Emas
ILUSTRASI. Harga emas Antam turun (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perkembangan politik Amerika Serikat (AS) menjelang pemilu paruh waktu atau midterm election pada November 2026 berpotensi menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi harga emas.

eningkatnya persaingan politik serta tekanan terhadap pemerintahan Donald Trump dapat memperbesar ketidakpastian dan mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. 

Mengacu data Bloomberg pada 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, harga emas spot naik 0,61% menjadi US$ 4.360 per ons troi.

Baca Juga: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Batasi Potensi Kenaikan Harga Emas

Sementara itu, berdasarkan data Trading Economics pada 19 Agustus 2026, harga emas berada di level US$ 4.368 per ons troi, naik 0,77% dari perdagangan sebelumnya.

Secara mingguan, harga emas masih terkoreksi 1,21%, tetapi mencatat kenaikan 8,66% secara bulanan. Secara year-to-date (YTD), emas telah menguat 0,82%, sedangkan secara tahunan naik 30,20%.

Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan dinamika politik AS mulai menjadi perhatian menjelang pemilu untuk memilih anggota DPR pada November mendatang.

Menurutnya, dinamika politik domestik AS mulai meningkat seiring kedua partai mempersiapkan diri menghadapi pemilu November. Aktivitas penggalangan dukungan di berbagai wilayah diperkirakan turut meningkatkan tensi politik dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Perundingan AS-Iran Mandek, Ini yang Terjadi pada Harga Emas Pagi Ini

“Sekarang baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat sudah kembali ke wilayah masing-masing untuk mencari dukungan massa untuk persiapan pemilu di bulan November,” ujar Ibrahim.

Selain persaingan antarpartai, harga energi juga berpotensi menjadi perhatian dalam kontestasi politik AS.

Kenaikan harga minyak dunia, terutama jika konflik di Timur Tengah kembali memanas, dapat mendorong kenaikan harga bahan bakar dan menambah tekanan terhadap daya beli masyarakat AS. 

Ibrahim mengatakan, tekanan tersebut mulai tercermin dari harga gasoline di AS yang kini berada di kisaran US$ 4,9 per galon.

“Trump mengatakan siap-siap kalau harga minyak kembali naik dan akan berpengaruh terhadap peningkatan harga gasoline,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Berayun Liar di dekat US$ 4.000, Ini Penyebabnya!

Tekanan tersebut berpotensi semakin kuat apabila kenaikan harga energi turut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Trump.

Ibrahim menyebut kondisi tersebut dapat menjadi salah satu isu yang dimanfaatkan Partai Demokrat dalam menghadapi pemilu November.

Menurutnya, terdapat kemungkinan Partai Demokrat mengambil alih kendali DPR apabila mampu memenangkan pemilu paruh waktu. Perubahan komposisi politik tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Trump. 

Baca Juga: Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi 7 Pekan, Data Jobs AS Jadi Pendorong

Ibrahim bahkan melihat skenario yang lebih jauh apabila Partai Demokrat berhasil menguasai DPR, yakni meningkatnya peluang proses impeachment terhadap Trump. Namun, skenario tersebut masih bergantung pada hasil pemilu dan perkembangan politik AS ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×