Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% memberikan angin segar bagi pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.
Langkah stabilisasi moneter tersebut memicu aksi beli investor dan mendorong melandainya yield obligasi pemerintah di tengah membara-nya imbal hasil US Treasury (UST).
Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas, Ridwan Adi Gunawan mengatakan bahwa pasar Surat Utang Negara (SUN) mencatatkan penguatan signifikan setelah pengumuman BI Rate, dengan imbal hasil SBN tenor 5 tahun turun 4,8 bps ke level 6,85% dan tenor 10 tahun melandai 9,2 bps menjadi 7,00%.
Penurunan imbal hasil ini memicu pola bull flattening pada kurva yield segmen 1–10 tahun.
Baca Juga: SBN Indonesia Menarik di Asia, Tapi Yield Berpotensi Naik Lagi
Ridwan menjelaskan bahwa terjaganya suku bunga acuan serta penguatan insentif arus modal asing dan valas menjadi penopang utama resiliensi pasar obligasi domestik.
Aktivitas perdagangan SUN sebelumnya dipimpin oleh seri FR0109, PBS030, dan PBS040 dengan volume transaksi outright masing-masing mencapai Rp 3,16 triliun, Rp 2,94 triliun, dan Rp 2,35 triliun.
Sementara dari sisi frekuensi perdagangan, seri PBS030, FR0111, FR0109, FR0108, dan FR0102 menjadi instrumen yang paling aktif ditransaksikan.
Kendati pasar domestik menguat, tekanan dari pasar global tetap membayangi. Bursa Wall Street ditutup melemah menyusul lonjakan harga minyak mentah WTI dan yield US Treasury tenor 10 tahun yang melambung ke level 5,11%, posisi tertingginya sejak tahun 2007.
Baca Juga: Yield SBN 10 Tahun Tembus 7,23%, Intip Strategi Akumulasi dan Prospek Capital Gain
Penguatan data S&P Global Manufacturing PMI AS September 2026 ke level 57,0 turut memperkuat ekspektasi pasar atas potensi kenaikan suku bunga The Fed lanjutan.
Menyikapi dinamika pasar global dan domestik tersebut, Ridwan memproyeksikan imbal hasil SBN tenor 10 tahun bergerak di rentang 7,05%–7,20% pada perdagangan hari ini.
"Mencermati perkembangan terkini di pasar global maupun domestik, kami memperkirakan imbal hasil Indo-GB 10 tahun bergerak di kisaran 7,05%–7,20% untuk hari ini," terang Ridwan dalam risetnya, Kamis (24/9/2026).
Adapun beberapa seri SBSN dan SUN seperti PBS030, FR0101, FR0096, FR0098, serta FR0106 dinilai menarik untuk dicermati oleh investor untuk perdagangan harian.
Baca Juga: Yield SBN Konsolidasi, Investor Masih Bisa Cermati Peluang Akumulasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














