kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah serap sukuk negara di bawah target


Rabu, 26 Februari 2014 / 07:15 WIB
Pemerintah serap sukuk negara di bawah target
ILUSTRASI. Kurangi dari Sekarang, Ini Bahaya Terlalu Sering Makan Mie Instan untuk Anak.


Reporter: Noor Muhammad Falih | Editor: Sofyan Hidayat

JAKARTA. Lantaran yield yang diminta investor terlalu tinggi, pemerintah hanya memenangi lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk negara senilai Rp 1 triliun. Hasil itu lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun.

Padahal, lelang sukuk kali ini mendapatkan permintaan Rp 5,69 triliun, atau kelebihan permintaan atau oversubscribes tiga kali lipat lebih.
Dari empat seri surat utang syariah yang ditawarkan, pemerintah juga hanya memenangi satu seri saja. Seri yang dimenangkan adalah SPN-S12082014 dengan tenor pendek 6 bulan. Dari nilai Rp 1 triliun, nominal kompetitifnya sebesar Rp 700 miliar sedangkan sisanya merupakan nilai non-kompetitif. Surat utang itu diserap dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,16786%.

Seri SPN-S12082014 memang menjadi seri yang paling banyak mendapatkan penawaran, yaitu mencapai Rp 4,7 triliun. Sedangkan, jumlah penawaran yang masuk dari tiga seri lainnya, yaitu PBS003 (tenor 13 tahun) senilai Rp 33 miliar, PBS005 (tenor 29 tahun) Rp 786,7 miliar, dan PBS006 (tenor 6 tahun) Rp 153 miliar.

Analis obligasi Sucorinvest Central Gani Ariawan menilai, pada lelang kemarin pemerintah terlihat tidak begitu agresif memenangkan seri SBSN. Alasannya, permintaan yield dari peserta lelang cukup tinggi. Seperti pada seri PBS005, yield terendah yang masuk sebesar 9,4375% dan tertinggi di level 10,5%.

Strategi pemerintah yang hanya menyerap sukuk negara senilai Rp 1 triliun juga karena pemerintah tidak terlalu berambisi mengejar target indikatif. Maklum, Ariawan mencatat, sebelum lelang ini pemerintah telah menerbitkan sejumlah surat utang dengan nilai cukup besar. “Sudah ada lelang SBN, penerbitan global bonds dan sebentar lagi juga ada sukuk ritel. Nilainya secara keseluruhan sudah cukup besar,” kata Ariawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×