kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah Keberatan ANTM Gelar Rights Issue


Senin, 03 Mei 2010 / 09:11 WIB


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Test Test

JAKARTA. Niat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menerbitkan saham baru atau rights issue tampaknya bakal sulit terwujud. Sebab, pemerintah tak ingin kepemilikan sahamnya terdilusi sehingga mengurangi jatah dividennya.

Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengatakan, perusahaan BUMN sebaiknya menghimpun dana lewat pinjaman atau penerbitan obligasi. "Kalau rights issue butuh kajian mendalam. Sebab dampaknya akan mengurangi dividen yang diterima pemerintah," ujarnya di Jakarta, Jumat (30/4) pekan lalu.

Maklum, kepemilikan pemerintah di perusahaan itu akan terdilusi jika tidak mengeksekusi haknya dalam penerbitan saham baru. Padahal, menurut Said, minimal kepemilikan saham pemerintah di BUMN sebaiknya tak kurang dari 60%. Saat ini, pemerintah menguasai 66,76% saham ANTM. Adapun sisanya 33,24% dimiliki investor publik.

Said bilang, hingga pekan lalu, ANTM belum memastikan jadi-tidaknya menggelar rights issue. ANTM masih mencari alternatif pendanaan lain seperti pinjaman bank atau penerbitan obligasi. "Alternatif ketiga adalah rights issue. Tapi kemungkinannya sangat kecil," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×