kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.182   132,00   0,73%
  • IDX 5.442   -152,70   -2,73%
  • KOMPAS100 716   -19,89   -2,70%
  • LQ45 543   -14,48   -2,60%
  • ISSI 189   -5,74   -2,95%
  • IDX30 307   -8,68   -2,75%
  • IDXHIDIV20 381   -10,93   -2,79%
  • IDX80 82   -2,12   -2,53%
  • IDXV30 104   -2,47   -2,31%
  • IDXQ30 99   -3,24   -3,17%

Pemegang saham menyetujui penjualan bisnis spreads Unilever Indonesia


Kamis, 21 Juni 2018 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Unilever


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham atas penjualan aset bisnis spreads. Pada RUPSLB, Kamis (21/6), pemegang saham UNVR menyetujui penjualan aset bisnis spreads yang mecakup aset tak berwujud, yaitu hak untuk mendistribusikan produk dengan merek dagang global Frytol, Blue Band Master dan Blue Band, serta merek dagang lokal Minyak Samin dan Blue Band Gold.

President Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan, pemisahan bisnis ini menandai langkah lebih lanjut dalam membentuk kembali dan mempertajam portofolio untuk pertumbuhan jangka panjang. "Penjualan akan menciptakan bisnis spreads yang berdiri sendiri dengan fokus pertumbuhan jangka panjang. Saya yakin bahwa bisnis dan jiwa wirausaha masyarakat akan berkembang di bawah kepemilikan yang baru," kata Hemant, hari ini.

Unilever juga akan menjual aset berwujud seperti aset produksi, perlengkapan, persediaan dan barang dagang serta penyewaan sebagian tanah dan pabrik Cikarang, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 2,92 triliun.

"UNVR tentunya selalu meyelaraskan strategi maupun kebijakan global dari Unilever untuk merek-merek yang dikomersialisasi di Indonesia," tutup Hemant.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×