kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Unilever ingin pangkas beban utang


Sabtu, 02 Juni 2018 / 09:38 WIB
Unilever ingin pangkas beban utang
ILUSTRASI. Pabrik Unilever


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) bakal merombak struktur kewajibannya. Emiten konsumer ini bakal melunasi sejumlah utang, terutama utang jangka pendek.

Dananya berasal dari divestasi segmen bahan makanan olesan atau spread. "Paling tidak, dana (hasil divestasi) akan kami gunakan untuk melunasi utang jangka pendek," ujar Direktur UNVR Sancoyo Antarikso, Kamis (31/5) lalu.

Nilai divestasi segmen spread mencapai US4 164 juta atau setara Rp 2,65 triliun. Ini merupakan penjualan aset tak berwujud di segmen tersebut. Aset tak berwujud yang dijual termasuk, namun tak terbatas pada, hak mendistribusikan produksi menggunakan merek dagang global dan lokal serta daftar pelanggan di Indonesia. Sigma Bidco BV menjadi pihak pembeli.

UNVR juga menjual aset berwujudnya yang menjadi rangkaian divestasi itu. Penjualannya meliputi aset produksi dan perlengkapannya Rp 152,64 miliar dan penjualan persediaan serta barang dagang Rp 42,83 miliar.

UNVR juga bakal menyewakan sebagian tanah dan bangunan pabrik di Cikarang. Aset ini digunakan untuk pengoperasian aset segmen spread senilai Rp 56,29 miliar. Emiten ini juga menjual merek dagang lokal senilai Rp 9,7 miliar.

Manajemen UNVR belum gamblang mengungkapkan bagian utang mana yang bakal dilunasi. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2018, pinjaman bank jangka pendek UNVR tercatat Rp 2,05 triliun, turun 40% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Satu hal yang pasti, pelunasan belum akan terjadi dalam waktu dekat. UNVR perlu meminta restu pemegang saham (RUPSLB) pada 21 Juni 2018. "Kami akan meminta pemegang saham agar transaksinya bisa dilakukan di kuartal III," tambah Sancoyo.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, kinerja UNVR melambat. "Namun pada kuartal kedua tahun ini menjadi titik balik," tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin, dalam riset pada 25 April 2018.

Alasannya, daya beli pada tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu. Mimi memprediksi, penjualan UNVR hingga akhir tahun ini mencapai Rp 45,23 triliun, sedikit di bawah estimasi konsensus Rp 45,29 triliun. "Hold saham UNVR," tambah Mimi dengan target harga Rp 50.700 per saham.

Harga saham UNVR pada Kamis (31/5) lalu ditutup menyusut 2,04% menjadi Rp 45.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×