CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pelaku pasar wait and see, penawaran lelang SUN menurun


Selasa, 03 November 2020 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Penawaran masuk pada lelang SUN mencapai Rp 66,27 triliun pada Selasa (3/11).


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sikap wait and see pelaku pasar mendorong rendahnya jumlah penawaran pada lelang Surat Utang Negara (SUN), Selasa (3/11). Pelaku pasar cenderung masih menahan diri hingga hasil pemilu Amerika Serikat (AS) keluar. 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mengumumkan hasil lelang SUN berhasil menarik jumlah penawaran masuk sebesar Rp 66,27 triliun. Namun, jumlah tersebut menurun bila dibandingkan dengan jumlah penawaran yang masuk pada lelang SUN dua pekan sebelumnya, yaitu Rp 83 triliun. 

Pemerintah menyerap Rp 29,5 triliun dari lelang SUN kali ini. Sementara, total nominal yang dimenangkan di lelang SUN dua pekan lalu lebih tinggi, sebesar Rp 32,7 triliun. 

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see dan belum secara masif masuk ke pasar lelang, karena tengah menanti dua sentimen besar. Dua sentimen ini adalah hasil pemilu AS dan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal III-2020. 

Baca Juga: Penawaran masuk pada lelang SUN Selasa (3/11) mencapai Rp 66,27 triliun

Fikri memproyeksikan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia keluar dengan angka yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar, maka pasar lelang surat utang akan mendapat sentimen positif. Begitu pun jika Joe Biden keluar sebagai pemenang pemilu, maka pasar lelang diproyeksi akan semakin ramai. "Kemenangan Biden cenderung akan memberi kepastian dan kestabilan bagi pelaku pasar," kata Fikri, Selasa (3/11). 

Di sisi lain, sejatinya pasar obligasi Indonesia masih sangat menarik. Fikri memproyeksikan minat investor asing untuk kembali meramaikan pasar obligasi cukup tinggi mengingat spread yield SUN dengan yield US Treasury cukup lebar. Selain itu, yield riil berbanding inflasi juga masih tinggi.

Baca Juga: Kinerja pasar obligasi di 2021 diprediksi tetap tumbuh positif




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×