kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pefindo proyeksikan emisi obligasi korporasi bisa menyentuh Rp 159 triliun pada 2021


Kamis, 17 Desember 2020 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Pada 2021, nilai obligasi korporasi yang akan jatuh tempo sebesar Rp 121,9 triliun.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Namun, ketika ternyata tahun depan efektivitas vaksin teruji dan bisa membantu pemulihan ekonomi lebih cepat, Salyadi cukup yakin beberapa perusahaan akan menerbitkan obligasi korporasi untuk aksi ekspansi. Sehingga nilai penerbitan obligasi korporasi bisa lebih dari Rp 120 triliun.

Terkait rating para perusahaan penerbit obligasi korporasi pada tahun depan, Salyadi mengatakan semuanya tergantung pada proses pemulihan ekonomi. Ketika hal tersebut terjadi, outlook perusahaan yang diturunkan menjadi negatif pada tahun ini berpotensi di-upgrade menjadi positif pada tahun depan.

“Sedangkan untuk perusahaan yang rating-nya diturunkan, untuk kembali ke sebelumnya sebenarnya agak sulit. Karena kenaikan rating itu sifatnya harus sustainable, jadi perlu waktu yang lebih lama untuk ditingkatkan kembali,” tambah Salyadi.

Baca Juga: Kepemilikan asing di SBN diperkirakan kembali menyentuh Rp 1.030 triliun tahun depan

Di satu sisi, mengenai minat investor terhadap obligasi korporasi pada tahun depan, Salyadi menilai investor masih akan tetap selektif. Menurutnya, hanya perusahaan dengan rating bagus, punya backup kuat, dan track record bagus, yang akan menjadi incaran para investor.

“Lalu tren suku bunga yang rendah sebenarnya bisa jadi peluang untuk obligasi korporasi. Dengan deposit rate yang terus turun, investor akan mencari investasi alternatif, dan obligasi korporasi bisa jadi pilihan. Tapi kemungkinan yang akan jadi incaran yang punya kriteria seperti yang saya sebutkan sebelumnya,” pungkas Salyadi.

Baca Juga: Pasar saham diyakini lebih stabil, IPO di tahun depan diprediksi bakal lebih ramai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×