kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.819   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.311   34,13   0,54%
  • KOMPAS100 825   3,97   0,48%
  • LQ45 628   2,76   0,44%
  • ISSI 218   1,30   0,60%
  • IDX30 348   0,78   0,22%
  • IDXHIDIV20 432   -1,05   -0,24%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,00   0,00%
  • IDXQ30 112   -0,11   -0,10%

Pefindo Pertahankan Rating Petrosea (PTRo) di idA+, Sejumlah Risiko Jadi Sorotan


Rabu, 23 September 2026 / 10:21 WIB
Pefindo Pertahankan Rating Petrosea (PTRo) di idA+, Sejumlah Risiko Jadi Sorotan
ILUSTRASI. PT Petrosea Tbk (PTRO) (Dok/PTRO)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat PT Petrosea Tbk (PTRO) di level idA+ dengan prospek (outlook) stabil. Peringkat yang sama juga diberikan untuk Obligasi Berkelanjutan I Petrosea, sementara Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Petrosea memperoleh peringkat idA+(sy).

Analis Pefindo, Ayuningtyas Nur dalam riset 22 September 2026 mengatakan peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis Petrosea yang kuat, didukung layanan terintegrasi serta profil keuangan perusahaan. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 18 September 2026 hingga 1 September 2027.

Meski demikian, Pefindo menilai profil kredit Petrosea masih menghadapi sejumlah tantangan. Risiko tersebut berasal dari persaingan yang ketat di industri, paparan terhadap fluktuasi harga komoditas, serta risiko lingkungan yang melekat pada kegiatan usaha perusahaan.

Baca Juga: Indosat (ISAT) Suntik US$ 200 Juta ke Zankore, Indo Premier Kerek Target Harga

Petrosea adalah perusahaan bergerak di bidang kontrak pertambangan, konstruksi dan teknik, serta layanan logistik dan dukungan untuk sektor pertambangan, minyak dan gas, hingga infrastruktur.

Pefindo menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat mendorong kenaikan peringkat Petrosea ke depan. Salah satunya adalah kemampuan perusahaan memperkuat posisi bisnis melalui diversifikasi usaha yang signifikan, terutama dengan meningkatkan kontribusi pendapatan dari luar sektor pertambangan dan batu bara.

Selain itu, peningkatan kualitas backlog kontrak jangka panjang dengan dukungan profil rekanan yang kuat juga menjadi faktor penting.

Kemampuan Petrosea dalam mempertahankan tingkat utang yang rendah secara berkelanjutan turut menjadi salah satu pertimbangan dalam potensi kenaikan peringkat.

Sebaliknya, Pefindo dapat menurunkan peringkat Petrosea apabila pendapatan atau EBITDA perusahaan turun jauh di bawah target.

Risiko penurunan rating juga dapat muncul apabila Petrosea melakukan penarikan utang lebih tinggi dari proyeksi tanpa diimbangi pertumbuhan EBITDA. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk profil keuangan perusahaan.

Selain itu, penurunan volume penjualan secara signifikan dari pelanggan utama juga menjadi faktor yang dapat menekan peringkat.

Dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangan audit per Juni 2026, Petrosea mencatatkan total aset yang disesuaikan sebesar US$ 1,465 miliar. Sementara itu, total utang mencapai US$ 831,6 juta dan ekuitas sebesar US$ 258,8 juta.

Petrosea membukukan pendapatan sebesar US$ 544 juta pada periode tersebut. EBITDA tercatat US$ 101,2 juta, dengan margin EBITDA mencapai 18,6%.

Baca Juga: IHSG Menguat Tipis ke 6.282,5 di Pagi Ini (23/9), Top Gainers LQ45: MDKA, MBMA, ADMR

Adapun laba bersih setelah memperhitungkan kepentingan nonpengendali tercatat sebesar US$10,8 juta.

Dari sisi struktur keuangan, rasio utang terdiskonto terhadap EBITDA berada di level 4,1 kali. Rasio utang terhadap ekuitas mencapai 3,2 kali, sedangkan rasio EBITDA terhadap beban bunga dan keuangan atau IFCCI berada di level 3 kali.

Struktur kepemilikan Petrosea per 30 Juni 2026 menunjukkan PT Kreasi Jaya Persada (KJP) sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 45,328%. KJP dimiliki oleh Grup Barito dengan Prajogo Pangestu sebagai pemilik manfaat akhir.

Selanjutnya, PT Caraka Reksa Optima (CARA) memiliki 24,449% saham, sedangkan publik menguasai 30,067%. Sisanya dimiliki oleh perorangan dan manajemen, termasuk Erwin Ciputra sebesar 0,116%, Michael 0,021%, Kartika Hendrawan 0,019%, dan Meinar Kusumastuti 0,000%.

Peringkat PTRO dari Pefindo ini mempertahankan rating yang telah diemban dari September 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×