kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.619   66,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pasar saham terpukul, dana kelolaan industri reksadana tergerus


Jumat, 07 Februari 2020 / 08:20 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Untuk reksadana saham sendiri, Wawan menjelaskan juga terjadi sinyal redemption, tercermin dari data jumlah UP yang turun. Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan bahwa redemption lebih besar dari subscriprion.

Selain itu, AUM  reksadana exchange traded fund (ETF) juga tercatat turun Rp 110 miliar hanya saja menjadi RP 14,09 triliun. Padahal ini justru berhasil mencatatkan kenaikan UP sebanyak 4,04%. 

Baca Juga: Tangani reksadana yang bermasalah, ini yang dilakukan OJK

Meskipun total AUM Januari 2020 turun, namun masih ada beberapa jenis reksadana yang berhasil menahan penurunan dana kelolaan semakin dalam. Sebut saja reksadana pasar uang yang mencatatkan kenaikan AUM hingga Rp 6,53 triliun menjadi Rp 74,73 triliun, diikuti kenaikan UP sebanyak 9,26%.

Sebulan terakhir, investor juga banyak masuk ke reksadana indeks sehingga AUM naik Rp 187 miliar menjadi Rp 8,98 triliun, dengan UP naik 7,37%. Ada juga reksadana pendapatan tetap yang tumbuh Rp 2,02 triliun menjadi Rp 115,36 triliun, dengan UP yang turun tipis 0,78%.

"Suku bunga diprediksi turun, dengan deposito rendah maka paling optimal menempatkan pada aset yang berbasis obligasi. Kalau pasar uang, karena setara deposito meskipun disertai likuiditas yang tinggi," ujarnya.




TERBARU

[X]
×