kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Pasar saham liar, simak rekomendasi KDB Daewoo


Senin, 12 Oktober 2015 / 18:47 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terjadi. Setelah sempat melemah tajam, seminggu terakhir ini, indeks justru mencatatkan rally secara berturut-turut.

Taye Shim, Head of Research KDB Daewoo Securities Indonesia bilang, saat ini merupakan momen yang tepat untuk masuk. Investor bisa mulai mengambil posisi buy. "Tapi, sebaiknya untuk long-term," imbuhnya, (12/10).

Ketika sudah masuk ke posisi tersebut, sebaiknya mulai tengok saham-saham yang ada di sektor konsumer dan perbankan. Ketika kemarin IHSG terus melemah, saham-saham di kedua sektor ini memang menjadi pemberat karena mengalami penurunan yang paling tajam. Tapi, perlu dicatat, ketika market rebound, justru saham di sektor inilah yang paling pertama rebound, sementara yang lainnya bakal mengikuti.

Shim menambahkan, trading ditengah kondisi speerti saat ini juga dibutuhkan kehati-hatian ekstra. Sebaiknya, investor menetapkan target tertentu masing-masing.

"Ini yang tidak saya lihat di investor indonesia. Mereka tidak memiliki target harga tertentu dalam setiap kegiatan tradingnya," jelas Shim.

Misal, beli saham UNVR di harga sekian. Setelah membeli, investor tersebut seharusnya sudah lebih dulu menetapkan target dia akan menjualnya kembali ketika harga sahamnya sudah naik 10% misalnya. Jika harga sahamnya sudah naik melebihi 10%, tetap jual saham tersebut.

Ini untuk mengantisipasi pembalikan arah. Banyak kasus dimana para investor selalu menahan sahamnya, berharap harganya naik terus. tapi, pasar sulit ditebak. Sayangnya, ketika terjadi pembalikan arah, investor tersebut tetap menahannya, bahkan ketika harga sahamnya sudah terlanjur di bawah harga yang dia beli.

Begitu pula sebaliknya. Tetapkan batas bawah harga sahamnya. Jadi, ketika terjadi penurunan, investor bisa melakukan cut loss tanpa kehilangan banyak uang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×