Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Sebagian besar investor di pasar tampaknya harus rela mengalami kerugian besar saat ini. Tak terkecuali, investor yang bermain opsi saham pun ikut menderita kerugian besar akibat memburuknya situasi pasar modal belakangan ini. Padahal, kontrak opsi saham biasanya menjadi semacam lindung nilai untuk menutupi kerugian di pasar saham.
Lihat saja, bulan ini, perdagangan opsi saham di Amerika Serikat (AS) menurun tajam dari rekor tertinggi. Penurunan itu terjadi akibat para hedge fund merugi dan gejolak di pasar. Akibat selanjutnya, produk derivatif saham itu menjadi terlalu berisiko sebagai sarana lindung nilai. Catatan saja, saat ini, pasar saham AS mencatat gejolak tertinggi sejak 1929. Hedge fund pun memilih hengkang.
Adikin Basirun, Presiden Direktur Pacific 2000 mengatakan, banyak hedge fund yang hengkang dari transaksi opsi akibat aset mereka sudah habis akibat kalah transaksi. "Mereka bermain sebagai spekulan, bukan sebagai hedge fund, jadinya mereka rugi," jelas Adikin kepada KONTAN, kemarin.
Selain itu, transaksi juga turun karena para investor lebih memilih menjual asetnya dan memegang uang kontan. "Orang-orang memperkecil posisi lindung nilai," kata Jeremy Wien, trader opsi indeks VIX Societe Generale SA, New York kepada Bloomberg. Sampai akhir tahun, sekitar 700 hedge fund akan keluar dari transaksi opsi saham.
Masih ada peluang
Menurut data Bloomberg, volume transaksi kontrak opsi saham selama November 2008 hanya sekitar 12,5 juta kontrak. Angka tersebut turun 23% ketimbang angka perdagangan selama Oktober lalu. Ini merupakan penurunan bulanan terburuk semenjak 1987.
Memang, penurunan kontrak opsi saham tersebut terjadi di AS. Tapi jangan salah, banyak orang dari Indonesia yang mencoba mengadu nasib dengan bermain di kontrak opsi saham di bursa AS. Tapi, berbeda dengan para hedge fund tadi, rupanya para pemain kontrak opsi saham dari Indonesia masih cukup beruntung.
Hary Suwanda, Direktur Pengelola Lumen Capital Resources mengatakan, pemain dari Indonesia masih bisa mencatatkan untung. Malahan, orang yang berminat bermain di kontrak opsi saham bertambah. Hary memperkirakan, saat ini pemain opsi di Indonesia sudah meningkat sebesar 2% hingga 3% ketimbang kondisi sebelum bursa amblas.
Menurut Hary, selain karena menguntungkan, banyak orang yang tertarik masuk ke pasar kontrak opsi saham di AS karena likuiditas di pasar AS lebih baik. Di Amerika juga tak ada pembatasan perdagangan. "Otoritas bursa tidak membatasi dan tidak ada aturan auto rejection di sana," ujarnya.
Oleh karena itu, Hary yakin kontrak opsi saham masih merupakan instrumen yang berprospek dan menguntungkan untuk membiakkan dana. Tapi Hary juga mengingatkan, sebagaimana produk derivatif lain, bermain di kontrak opsi saham cukup berisiko. "Bisa bahaya kalau salah ambil posisi dan salah prediksi," kata Hary.
Nah, kalau Anda sudah yakin ingin menjajal kontrak opsi saham, menurut Hary, saat ini adalah saat tepat untuk memasang posisi beli pada saham-saham komoditas. Maklum saja, menurut Hary harga produk-produk komoditas yang sekarang anjlok, berangsur-angsur akan kembali naik atau bullish.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












