kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.058   58,00   0,32%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Pasar dilingkupi sentimen negatif, harga minyak ditransaksikan melorot


Kamis, 28 Juli 2011 / 07:28 WIB
ILUSTRASI. Dirut PT Aneka Gas Industri Rachmat Harsono yang rajin berolahraga


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Kontrak harga minyak dunia ditransaksikan melorot pagi ini. Dengan demikian, sudah dua hari belakangan ini harga minyak melorot. Penurunan itu terjadi setelah investor berspekulasi mengenai perlambatan ekonomi AS seiring melonjaknya cadangan minyak di negara itu.

Sekadar tambahan informasi, data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan, cadangan minyak AS naik 2,3 juta barel menjadi 354 juta barel pada minggu lalu. Data tersebut jauh lebih besar ketimbang prediksi analis yang disurvei Bloomberg dengan prediksi kenaikan cadangan minyak sebesar 2 juta barel.

"Data mengenai cadangan minyak AS itu mendorong penurunan harga minyak. Saat ini, ada sejumlah faktor yang membuat pasar minyak bearish. Selain cadangan minyak, ada juga data mengenai durable goods, isu utang, dan pergerakan dollar. Kesemuanya menekan pasar," jelas Peter Beutel, President of Cameron Hanover Inc.

Pagi tadi, kontrak harga minyak dunia untuk pengantaran September turun 60 sen menjadi US$ 96,80 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 09.11 waktu Sydney, kontrak yang sama berada di posisi US$ 96,83 sebarel. Kemarin, kontrak harga minyak turun 2,2% menjadi US$ 97,40 per barel, yang merupakan level terendah sejak 18 Juli lalu. Dalam setahun terakhir, harga minyak sudah naik 26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×