kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Pasar cemas imbas kenaikan BBM, rupiah keok


Jumat, 02 Maret 2012 / 10:25 WIB
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menggerus otot rupiah. Hari ini, mata uang Garuda melemah 0,3% ke level Rp 9.110 per dolar AS pada pukul 9.20 di Jakarta. Adapun, dalam sepekan terakhir, rupiah tercatat melemah 0,1%.

Pasar khawatir rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi akan kembali memicu kenaikan inflasi. Kemarin, Biro Pusat Statistik melaporkan, inflasi Februari melambat menjadi 3,56%, dari bulan sebelumnya di 3,65%.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, para pembuat kebijakan akan membahas kenaikan harga energi saat revisi APBN 2012 pada bulan ini. Kemarin, dia menyebut, pemerintah akan mengusulkan revisi target inflasi 6% - 7% untuk tahun ini, dari sebelumnya 5,3%.

Sementara itu, kemarin, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menyatakan, bank sentral siap untuk merespon lonjakan harga jika diperlukan.

"Kita mungkin telah melihat akhir dari penurunan suku bunga Bank Indonesia. Fokus saat ini lebih pada efek dari penyesuaian harga bahan bakar," kata Charlie Lay, ekonom dan ahli strategi mata uang di Commerzbank Securities, Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×