CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Pasangan USD/JPY berpotensi rebound terbatas, ini pemicunya


Selasa, 10 Maret 2020 / 22:04 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Light is cast on a U.S. one-hundred dollar bill next to a Japanese 10,000 yen note in this picture illustration shot February 28, 2013. REUTERS/Shohei Miyano/Illustration/File Photo


Reporter: Arvin Nugroho | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasangan USD/JPY pada Selasa (10/3), kembali menunjukkan hal yang positif. Mengingat, setelah menyentuh level tertinggi sebesar 112,10 pada 20 Februari, nilai tukar yen Jepang terus menurun.

Hingga puncaknya, menyentuh level 102,36 pada Senin (9/3). Angka itu sendiri menjadi level terendah bahkan dalam enam bulan terakhir.

Tren negatif yang telah berlangsung sejak pertengahan Februari itupun akhirnya terputus hari ini. Berdasar pasar spot Selasa (10/3), nilai yen Jepang terhadap dolar AS naik dan berada di level 104,59.

Baca Juga: EUR tertekan ekspektasi penurunan suku bunga ECB

Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwy Assegaf menilai, rebound yang dialami oleh yen Jepang hari ini merupakan hal yang wajar. Kejatuhan yang cukup signifikan yang sesi-sesi sebelumnya memicu terjadinya risk-appetite.

Di samping itu, membaiknya indeks saham di Asia pun turut berdampak pada kenaikan yen Jepang.

Meski demikian, Alwy melihat kenaikan yen Jepang saat ini bersifat sementara. Itu disebabkan karena masih berkembangnya persebaran virus korona. Ditambah lagi, adanya perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia.

Baca Juga: Yen makin diburu, GBP/JPY bakal melanjutkan koreksi

Sementara itu, pemerintah Jepang juga tidak ingin nilai mata uangnya meningkat terlalu tajam. Mengutip Reuters, Kementerian Keuangan Jepang Taro Aso memberikan sinyal kepada investor untuk tidak banyak mendorong mata uang negara Sakura tersebut pada Senin (10/3).




TERBARU

[X]
×