CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Panen penumpang di akhir tahun, ini rekomendasi saham emiten penerbangan


Minggu, 08 Desember 2019 / 19:11 WIB
Panen penumpang di akhir tahun, ini rekomendasi saham emiten penerbangan
ILUSTRASI. Aktivitas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/5/2019). Biasanya emiten penerbangan mencatat peningkatan okupansi pada Natal dan tahun baru (Nataru).

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penerbangan mengalap berkah dari liburan akhir tahun. Biasanya emiten penerbangan mencatat peningkatan okupansi pada Natal dan tahun baru (Nataru).

Analis Artha Sekuritas Nugroho Rahmat Fitriyanto mengatakan dari 2011 hingga 2018, rata-rata pendapatan pada kuartal IV emiten penerbangan akan berkontribusi sebesar 26,4% dari total penumpang yang diangkut dalam setahun.

Ia bilang, data historis menunjukkan jumlah penumpang pada Desember lebih tinggi 13,4% ketimbang dengan rerata penumpang pada bulan lainnya. “Ini data saya ambil sampel dari datanya PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA),” ujarnya, Jumat (6/12).

Baca Juga: Dirut dicopot, Kemenhub pastikan operasional Garuda Indonesia tak terganggu

Dengan begitu, Riyan melihat prospek emiten penerbangan masih akan positif ke depannya. "Namun karena harga tiket yang sudah naik cukup tinggi, maka kita tidak bisa berekspektasi adanya peningkatan jumlah penumpang pada Nataru 2020 dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun depan pertumbuhan penumpang bisa lebih stabil ketimbang tahun ini dan bisa menjadi sentimen positif bagi emiten penerbangan.

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan, sejauh ini prospek Nataru selalu positif bagi emiten penerbangan. Apalagi di akhir tahun ini emiten penerbangan kabarnya sudah mulai melakukan pengurangan tarif pesawat.

“Menteri Perhubungan kemarin mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Garuda bahwa akan ada penurunan harga tiket untuk Nataru, pesawat Lion Air juga akan melakukan hal yang sama,” ungkap Nico Minggu (8/12).

Baca Juga: Jelang nataru, Kemenhub mengimbau maskapai sediakan tiket dengan harga terjangkau

Apabila ada penurunan harga tiket, ia memastikan hal ini akan menjadi dorongan positif bagi kinerja emiten pesawat meski tidak terlalu berdampak signifikan. Guna meningkatkan kinerja, ia menilai emiten penerbangan bisa mengurangi rute dengan jumlah penumpang yang sedikit.

“Jumlah penumpang penerbangan setiap rute tentu harus seimbang agar ongkos bahan bakar tidak menjadi kerugian bagi rute tersebut,” tambahnya.

Analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji merekomendasikan investor untuk akumulasi beli saham GIAA dengan target harga secara bertahap si level Rp 500, Rp 540, Rp 640, dan Rp 725 per saham.

Pada penutupan perdagangan Jumat (6/12), harga saham GIAA terkoreksi 2,42% ke level Rp 484 per saham. Sementara itu harga saham CMPP masih stagnan di level Rp 184 per saham.

Baca Juga: Menhub pastikan masyarakat dapat tiket pesawat murah 30% di Senin-Kamis




TERBARU

Close [X]
×