kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Paling Apes, Hari ini Rupiah Terpuruk Rp 12.100 per Dolar AS


Kamis, 13 November 2008 / 10:49 WIB
Paling Apes, Hari ini Rupiah Terpuruk Rp 12.100 per Dolar AS


Reporter: Femi Adi Soempeno |

JAKARTA. Rupiah kembali menggeliat hari ini. Hingga pukul 10.31 WIB, nilai tukar rupiah dihargai Rp 11.950 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level tertingginya Rp 12.025 dan level terendahnya Rp 11.600 per dolar AS.

Rachmat Wibisono, Dealer Valas BRI mengatakan, loyonya rupiah terhadap dolar AS ini tidak disebabkan oleh faktor-faktor domestik, melainkan imbas likuiditas dolar AS yang mengetat di seluruh dunia.

“Hari ini yen menguat terhadap dolar AS. Namun euro melemah terhadap dolar AS, begitu juga GBP. Kalau melemahnya mata uang mereka besar, maka letoinya rupiah juga akan ikut besar,” kata  Rachmat. Ia menegaskan, pergerakan mata uang regional hari ini akan sangat ditentukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Group of Seven (G7).

Menurut hitungan Rachmat, rupiah paling mentok akan terpelanting Rp 12.100 per dolar AS. “Jika rupiah bisa bertahan di Rp 11.900 per dolar AS, itu bagus sekali,” katanya.
Munculnya aturan anyar dari Bank Indonesia mengenai pembelian valas senilai diatas US$ 100.000 per bulan harus disertai underlaying transaction dan NPWP, imbuh Rachmat, itu hanya untuk meredam spekulasi saja. "Dengan adanya aturan ini, mudah-mudahan spekulasi bisa dihindari,” ujarnya.

Seperti diketahui, bank sentral tidak membatasi peruntukan pembelian dolar. Orang boleh membeli dolar untuk pendidikan, membayar utang luar negeri, ataupun investasi. Asal, kebutuhannya jelas dan bisa menunjukkan dokumennya. "BI ingin agar permintaan dolar AS sungguh-sungguh hanya untuk membayar kewajiban," kata Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×