kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Paladium tertekan data produksi China


Rabu, 15 November 2017 / 20:28 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski berhasil menguat pada perdagangan Rabu (15/11), tren pergerakan positif harga paladium ini tidak bertahan lama. Menjelang sesi Eropa harganya malah semakin terkoreksi. Analis memperkirakan, komoditas logam mulia ini kembali dipengaruhi oleh data produksi industri China yang memburuk.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/11) pukul 18.00 WIB, harga paladium kontrak pengiriman Desember 2017 tercatat melemah 0,61% ke level US$ 979,50 per ons troi. Sedangkan jika dibandingkan harga sepekan lalu, koreksi mencapai 3,57%.

Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures melihat, koreksi ini terjadi karena pasar kembali fokus mempertimbangkan data produksi industri China. Kalau di bulan September hasilnya mencapai 6,6%, tetapi Oktober melemah menjadi 6,2%. "Paladium ini kan lebih dominan digunakan sebagai katalis konverter jadi penurunan data industri China akan cukup berpengaruh," terangnya kepada Kontan.co.id, Rabu (15/11).

Meski begitu, Andri optimistis harga paladium mampu kembali menguat. Secara fundamental, penjualan mobil yang masih mencatatkan peningkatan bisa mengangkat permintaan paladium.

China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) merilis penjualan mobil bulan Oktober tumbuh 4,1% menjadi 22,9 juta kendaraan. Sejak Juni penjualan kendaraan di negeri Tirai Bambu itu memang terus menguat.

Andri memperkirakan, sampai akhir tahun harga paladium masih mampu mempertahankan penguatan di kisaran US$ 990–US$ 1.000 per ons troi. Hanya saja kedepan dengan pengembangan mobil listrik kemungkinan permintaan komoditas logam mulia ini bisa saja turun. "Tantangannya paladium kedepan dari pengembangan mobil listrik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×