kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,49   -13,02   -1.39%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Onix Capital (OCAP) Ganti Direksi, Fokus Benahi Penutupan Anak Usahanya


Selasa, 07 Juni 2022 / 15:38 WIB
Onix Capital (OCAP) Ganti Direksi, Fokus Benahi Penutupan Anak Usahanya
Direktur Utama Onix Capital (OCAP) Tjie Ping Astono Setiadi (kanan) bersama Direktur OCAP Mauritius Ray saat paparan publik di Jakarta, Selasa (7/6).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Onix Capital Tbk (OCAP) masih akan fokus membenahi likuiditas penutupan anak usahanya sambil melirik peluang usaha baru di bawahan kepemimpinan jajaran direksi perseroan yang baru.

Adapun OCAP telah resmi mengganti susunan jajaran direksi. Pergantian ini telah mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang selenggarakan pada Selasa (7/6).

Pergantian ini seiringan dengan pengunduran diri Direktur Utama Onix Capital Bagus Hananto. Adapun setelah RUPST, kursi direktur utama diisi oleh Tjie Ping Astono Setiadi yang sebelumnya menjabat sebagai direktur.

RUPST juga sepakat untuk mengangkat Mauritius Ray untuk menduduki kursi direktur. Adapun Ray juga menjabat sebagai sekretaris perusahaan.

Tjie Ping menuturkan, pihaknya tengah mengeksplorasi lini dan peluang bisnis baru. Namun dia belum bisa menyampaikan lini bisnis baru mana yang akan digeluti.

“Bisnis usaha apa yang ingin kita tuju sudah ada, tapi masih jauh kalau kita harus sampaikan sekarang. Sementara fokus kita masih pada likuidasi anak usaha PT Onix Sekuritas,” ucap Tjie Ping dalam Public Expose di Jakarta, Selasa (7/6).

Baca Juga: Hati-hati, Onix Capital (OCAP) belum memasang target tahun ini

PT Onix Sekuritas merupakan tulang punggung pendapatan dari OCAP. Namun anak usahanya telah dibubarkan pada 8 Desember 2021 seiringan dengan pencabutan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Mengutip laporan keuangan perseroan, OCAP melaporkan pendapatan nihil sepanjang 2021. Namun perusahaan masih harus menanggung beban usaha sebesar Rp 10,92 miliar.

Walhasil, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih perseroan mencapai Rp 9,28 miliar. Nilai ini lebih rendah dari 2020 yang sebesar Rp 17,70 miliar.

Lebih lanjut, Tjie Ping bilang untuk kembali bangkit, OPAC masih perlu mencari investor baru. Dia berharap akan ada investor yang mau membantu menyelamatkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×