kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Okupansi Hotel Diprediksi Naik Saat Lebaran, Cek Rekomendasi Saham Emiten Hotel Ini


Rabu, 06 Maret 2024 / 13:34 WIB
Okupansi Hotel Diprediksi Naik Saat Lebaran, Cek Rekomendasi Saham Emiten Hotel Ini
ILUSTRASI. Tingkat okupansi hotel pada saat libur Ramadan hingga Lebaran bisa di atas 70% tahun ini.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksi tingkat okupansi hotel pada saat libur Ramadan hingga Lebaran bisa di atas 70% tahun ini.

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi melihat, dengan tingkat aktivitas yang diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu, maka potensi okupansi hotel bisa tercapai lebih dari 70%.

"Kami berpandangan momen ini akan mendorong kinerja emiten perhotelan dengan rata-rata mencatatkan kenaikan laba bersih di atas 20% jika mengacu tahun lalu," kata Oktavianus kepada Kontan.co.id, Selasa (5/3).

Baca Juga: Prospek Emiten Media Belum Cerah, Simak Rekomendasinya

Adapun prospek emiten perhotelan dinilai masih akan bertumbuh positif di tahun 2024. Ini seiring dengan potensi aktivitas wisatawan yang meningkat dan adanya perubahan atas Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi tarif paling tinggi 10%, di mana sebelumnya diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 dengan tarif paling tinggi 35%. 

"Hal ini jelas akan mendongkrak pendapatan emiten hotel dengan mengurangi beban tarif pajak," tuturnya.

Oktavianus melihat,  PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menarik untuk dicermati, mengingat sebagian besar aset strategis INPP terletak di Bali, dan Bali merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara.

"Kami melihat destinasi Bali yang menjadi favorit wisatawan mancanegara masih akan mendorong pendatapan INPP di tahun 2024," lanjutnya.

Oktavianus merekomendasikan buy on weakness saham INPP dengan resistance Rp 1.115 per saham dan buy on break pada saham EAST dengan resistance di level Rp 148 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×