kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.927   57,00   0,32%
  • IDX 5.721   -99,45   -1,71%
  • KOMPAS100 740   -12,30   -1,64%
  • LQ45 563   -9,63   -1,68%
  • ISSI 198   -3,12   -1,55%
  • IDX30 320   -5,31   -1,63%
  • IDXHIDIV20 395   -6,49   -1,62%
  • IDX80 84   -1,47   -1,72%
  • IDXV30 107   -1,25   -1,16%
  • IDXQ30 103   -1,48   -1,41%

OJK dan BEI meluncurkan T+2


Minggu, 25 November 2018 / 13:57 WIB
ILUSTRASI. Sosialisasi BEI dan KPEI dengan pelaku pasar soal penerapan T+3


Reporter: Auriga Agustina | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso beserta jajarannya dan Bursa Efek Indonesia (BEI), meluncurkan T+2 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, bersamaan dengan penutupan HUT OJK yang ke-7.

Dengan dilakukannya peluncuran T+2, artinya penerapan mekanisme baru ini resmi dilakukan esok hari, Senin (26/11). Di sela-sela acara tersebut Wimboh mengatakan peluncuran T+2 salah satunya untuk merespons penerapan global best practice pencepatan penyelesaian transaksi bursa menjadi dua hari. "Program ini adalah program hampir seluruh dunia, ini adalah global standard dan manfaatnya besar untuk Indonesia," kata Wimboh, Minggu (25/11).

Menurutnya dengan adanya program T+2, penyelesaian bisa lebih cepat dilakukan dan likuiditas pasar bisa menjadi lebih tinggi. Wimboh juga mengklaim bahwa Indonesia merupakan negara kedua di Asean setelah Thailand yang menerapkan T+2.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djayadi mengatakan bahwa BEI sudah sangat siap untuk masuk T+2, pasalnya program ini sudah dikaji sejak tahun 2016, hanya saja OJK baru menyarankan pencanangan program tersebut dilakukan pada tahun 2018. "Kita negara kedua di Asean setelah Thailand, setelah ini tanggal 10 Desember Singapore. Semoga besok bisa lancar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×