kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,37   4,64   0.67%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Obligasi lima emiten jatuh tempo Februari 2020, berikut kesiapan perusahaan


Rabu, 29 Januari 2020 / 21:55 WIB
Obligasi lima emiten jatuh tempo Februari 2020, berikut kesiapan perusahaan
ILUSTRASI. Ilustrasi obligasi.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Februari 2020, ada sejumlah emiten yang memiliki obligasi jatuh tempo. Perusahaan-perusahaan ini telah menyiapkan dana untuk melunasinya.

Secara rinci, emiten tersebut adalah: 

1. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF

Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 Seri A senilai Rp 232 miliar. Obligasi yang memiliki tingkat suku bunga tetap sebesar 8,05% per tahun ini akan jatuh tempo pada 3 Februari 2020. 

2. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri A Rp 310 miliar. Obligasi yang memiliki bunga tetap sebesar 7,9% per tahun ini akan jatuh tempo pada 18 Februari 2020.  

3. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)

Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 53 miliar. Obligasi yang memiliki tingkat suku bunga tetap sebesar 11,5% per tahun akan jatuh tempo pada tanggal 18 Februari 2020.

Baca Juga: Medco (MEDC) raup US$ 63,74 juta dari divestasi aset, begini penggunaanya

4. PT Waskita Karya Tbk (WSKT

Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap III Tahun 2017 Seri A senilai Rp 747 miliar. Obligasi yang memiliki bunga tetap sebesar 8,5% per tahun ini akan jatuh tempo pada 21 Februari 2020.

5. PT PP Tbk (PTPP

Obligasi Berkelanjutan I PP Tahap II Tahun 2015 senilai Rp 300 miliar. Obligasi yang memiliki tingkat suku bunga tetap sebesar 10,2% per tahun ini akan jatuh tempo pada 24 Februari 2020. 

Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk I Dewa Made Susila mengatakan, perusahaannya sudah mempersiapkan dana untuk membayar obligasi ini, termasuk pokok dan bunganya. "Sumbernya dari hasil pembayaran cicilan konsumen kami yang sudah masuk ke internal cash flow," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (29/1).




TERBARU

Close [X]
×