kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Obama tak mau negosiasi, bursa Asia masih melempem


Selasa, 08 Oktober 2013 / 08:27 WIB
Obama tak mau negosiasi, bursa Asia masih melempem
ILUSTRASI. Buah Naga.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Sinyal merah masih diberikan oleh bursa Asia pada transaksi pagi ini (8/10). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 137,81.

Sementara itu, hampir seluruh indeks acuan di kawasan regional mencatatkan penurunan. Ambil contoh, indek Topix Jepang turun 0,5%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3%, indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,3%, dan indeks S&P/ASX 200 turun 0,2%.

Penurunan bursa Asia masih tersengat sentimen dari AS, yakni kebuntuan pembahasan mengenai kenaikan plafon utang AS. Apalagi, kemarin, Presiden Barack Obama kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan negosiasi dengan Republik terkait penutupan pemerintahan dan batasan utang AS.

Berdasarkan keterangan dari Badan Anggaran Kongres AS, jika plafon utang tidak dinaikkan, maka otoritas pinjaman AS akan habis pada 17 Oktober dan akan kehabisan dana untuk membayar semua tagihan yang akan jatuh tempo pada 22-31  Oktober mendatang.

"Isu sebenarnya yang mencemaskan investor adalah batasan utang AS. Jika hal ini tidak diselesaikan, dampaknya akan cukup besar bagi sistem finansial global," jelas Shane Oliver, head of investment strategy AMP Capital Investors Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×