kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Nyaris tembus US$ 1.700, harga emas ke puncak tertinggi


Senin, 13 April 2020 / 22:20 WIB
ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan emas batangan logam mulia di Galeri 24 Pegadaian Jakarta, Senin (13/4).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Para menteri keuangan Uni Eropa, Kamis (9/4), juga menyetujui dukungan setengah triliun euro untuk ekonomi mereka yang terpukul pandemi virus corona. Tetapi, meninggalkan pertanyaan tentang bagaimana cara memulihkan keuangan di blok itu yang menuju resesi curam.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 1,8 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 113.849 orang. Juga, memaksa negara-negara untuk memperpanjang penguncian dan bank sentral mengumumkan langkah-langkah dukungan guna mengurangi kejatuhan finansial.

Indeks saham AS jatuh dengan investor bersiap untuk penurunan dalam pendapatan kuartalan dan tanda-tanda kerusakan jangka panjang dari wabah virus corona terhadap korporasi di negeri uak Sam.

Baca Juga: Harga emas 24 karat Antam hari ini naik Rp 1.000 per gram, Senin 13 April 2020

"Efek deflasi Covid-19 telah menjadi angin segar bagi emas. Tetapi, tren ini akan berbalik ketika respons kebijakan oleh pemerintah dan bank sentral mengumpulkan daya tarik," kata analis UBS dalam sebuah catatan yang Reuters lansir.

"Dipimpin oleh pelonggaran The Fed, kami sekarang mengharapkan suku bunga AS yang sebenarnya turun lebih dalam ke wilayah negatif dan mungkin bahkan menguji posisi terendah pasca krisis keuangan global 2008," sebut UBS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×