kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Net sell jadi indikasi peningkatan risiko global


Rabu, 19 Juli 2017 / 20:34 WIB
Net sell jadi indikasi peningkatan risiko global


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Hari ini asing mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun di pasar saham Indonesia. Dengan tambahan terbaru ini, total jumlah dana asing yang keluar dalam bulan Juli adalah Rp 10 triliun.

Sementara itu, secara year to date, asing mencatatkan net buy sebesar Rp 9,4 triliun. Hal ini mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,27% pada perdagangan Rabu (19/7).

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan, bahwa saat ini tak ada berita yang secara fundamental mempengaruhi net sell asing.
"Kelihatannya mereka ada balancing sedikit portfolio mereka," kata Hans kepada KONTAN, Rabu (19/7). Menurutnya hal ini merupakan strategi portofolio untuk mengubahnya ke pasar obligasi.

Dengan adanya kondisi ini, Hans mengatakan bahwa ada indikasi bahwa risiko global meningkat. Makanya investor lebih suka mengendapkan dananya di obligasi. Ia memprediksi bahwa IHSG hingga akhir tahun akan berada di angka 6.000.

Menurut Hans, hal yang cukup menarik adalah, penjualan bersih asing terjadi sejak awal bulan. Dia menambahkan, pasar kurang optimistis dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi portofolio. Posisi Donald Trump yang terdesak akibat kasus Donald Trump Jr yang bertemu dengan pengacara Rusia membuat pasar pesimistis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×