kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.894   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Nasib rupiah tahun ini bergantung perkembangan ketegangan AS-Iran


Selasa, 07 Januari 2020 / 19:05 WIB
Nasib rupiah tahun ini bergantung perkembangan ketegangan AS-Iran
ILUSTRASI. Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). Nasib rupiah pada tahun 2020 ini bergantung perkembangan ketegangan AS-Iran. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

Sentimen lainnya yang menjadi perhatian, yakni terkait adanya ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya di tahun ini. Sedangkan sentimen lainnya masih berasal dari faktor geopolitik dan eksternal. 

"Jika faktor di atas sesuai prediksi, maka pergerakan rupiah kita akan terus menguat,"ungkapnya. 

Sebaliknya, rupiah berpotensi tertekan karena beberapa faktor eksternal seperti memanasnya situasi AS dengan Iran. Menurutnya, lama atau tidaknya sentimen perang AS dan Iran bergantung pada sikap Iran apakah akan membalas serangan AS atau tidak. Sutopo menegaskan, bahwa perang baru akan terjadi jika Iran membalas serangan AS. 

Baca Juga: Rupiah bertahan menguat 0,33% ke Rp 13.898 per dolar AS hingga siang ini

Selanjutnya, sentimen seperti perkembangan Perang Dagang AS-China yang masih akan berlanjut, serta pemilu AS di akhir tahun dan faktor lainnya dari Eropa juga masih menjadi perhatian pasar. Prediksinya, di tahun ini sentimen perang dagang masih akan tetap hangat diperhatikan.

Di sisi lain, fundamental Indonesia saat ini positif dibandingkan mata uang lainnya, dan membuat prospek rupiah masih cukup baik. Hanya saja, ketika market mengalami gejolak, investor cenderung memilih untuk memegang mata sang safe heaven seperti USD dan JPY.

"Rekomendasi saat ini, USD dan yen Jepang (JPY) yang boleh dikoleksi dari sekarang, karena harganya cukup stabil dan aman. Untuk komoditi seperti emas dan minyak sendiri sudah dikoleksi sejak akhir 2019," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×