kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Nasib belum jelas, ini curhatan nasabah Emco


Rabu, 05 Februari 2020 / 18:08 WIB
Nasib belum jelas, ini curhatan nasabah Emco
Logo?PT EMCO Asset Management


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Anna Suci Perwitasari

Lain halnya dengan Chandra yang masuk ke Emco karena ajakan salah seorang sahabatnya. Saat itu, dirinya ditawari untuk masuk ke produk Emco Mantap yang menjanjikan fixed rate 10% hingga 11%, ditambah lagi ada penjamin yakni Tuan B yang disinyalir merupakan Benny Tjokro. Awalnya, dia diminta untuk menginvestasikan dana minimal Rp 25 juta untuk bisa mendapatkan imbal hasil yang dijanjikan.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu pada 27 November 2019 Chandra mendapat surat dari EMCO terkait adanya masalah dan meminta waktu penundaan pembayaran dan dianjurkan untuk tidak mencairkan portofolionya di EMCO. Bahkan, Chandra mengungkapkan bahwa Eddy Kurniawan selaku Direktur Utama (Dirut) Emco Asset Management sempat menenangkan investor dan melakukan lisan gentle agreement dengan Tuan B, kalau saham tidak bisa dicairkan bakal ditukar dengan aset di Maja.

Baca Juga: Tangani reksadana yang bermasalah, ini yang dilakukan OJK

"Kami merasa tertipu dan tidak tahu harus kemana. Sementara OJK sebagai lembaga penaung industri keuangan, sampai saat ini tidak memberikan tanggapan apa-apa. Kami khawatir di balik kasus ini banyak kasus lain yang dibiarkan dari pengawasan OJK," tegas Chandra.

Adapun Yung dan Reza tidak berharap banyak dananya bisa kembali sesuai janji imbal hasil 10%-11%. "Sudah bisa kembali sesuai NAB awal saja saya sudah bersyukur, sekarang kalau dihitung-hitung tinggal 30% saja. Saya ingin dana saya kembali tanpa kurang sepeserpun," jelas Yung. 


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×