kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

MYOR targetkan penjualan Rp 20 triliun tahun ini


Rabu, 14 Juni 2017 / 17:08 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Sanny Cicilia

TANGERANG. Perusahaan sektor konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membidik kinerja bisnis tahun ini masih cukup baik. Hal itu dikarenakan beberapa kebijakan manajemen yang telah dan akan diimplementasikan tahun ini.

Perusahaan yang bergerak pada industri makanan dan minuman ini, memiliki beberapa produk. Diantaranya seperti biskuit, permen, wafer, cokelat, sereal, kopi, bubur, dan minuman. "Setiap divisi penjualan, memberikan keutungan yang mirip," ujar Andre Sukendra Atmadja Direktur Utama MYOR dalam paparan pers di Tangerang, Rabu (14/6).

MYOR menargetkan penjualan tahun ini bisa tumbuh 9,6% menjadi Rp 20,1 triliun, dari sebelumnya yakni Rp 18,35 triliun.

Sementara, untuk laba bersih tahun ini diprediksi bisa meningkat 9,9% menjadi Rp 1,53 triliun, dari sebelumnya yakni Rp 1,39 triliun. "Angka proyeksi ini adalah yang paling realistis," ujar Hendrik Polisar Direktur MYOR dalam kesempatan yang sama.

Sebagai catatan, sampai dengan kuartal pertama 2017 MYOR mencatatkan penjualan sebanyak Rp 4,98 triliun. Angka tersebut meningkat 6,4% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni terbukukan Rp 4,68 triliun.

Sementara dari bottom line, MYOR membukukan laba bersih kuartal pertama 2017 sebesar Rp 367 miliar. Angka tersebut meningkat 11,6% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni terbukukan Rp 329 miliar.

Langkah yang diambil untuk meningkatkan kinerja tersebut diantaranya seperti diversifikasi produk, penggunaan bahan baku domestik, strategi pemasaran yang terarah, peningkatan teknologi produksi, harga produk yang bisa diterima di pasar, dan penambahan kapasitas produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×