kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Multipolar (MLPL) Raih Sindikasi Pinjaman Rp 1,1 Triliun


Selasa, 19 Desember 2023 / 05:49 WIB
Multipolar (MLPL) Raih Sindikasi Pinjaman Rp 1,1 Triliun
ILUSTRASI. PT Multipolar Tbk (MLPL) memperoleh pinjaman sindikasi dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp 1,1 triliun.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multipolar Tbk (MLPL) memperoleh pinjaman sindikasi dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) senilai Rp 1,1 triliun. 

Sekretaris Perusahaan Natalie Lie menyebutkan, dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk pelunasan finansial MLPL dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tertanggal 22 Juni 2017. 

"Dengan pelunasan utang finansial akan memperkuat kondisi keuangan Multipolar dengan penurunan utang jangka panjang ," tulis Natalie dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/12). 

Baca Juga: Grup Lippo Kembali Mengutak-atik Kepemilikannya, Kali Ini di Saham MLPT

Natalie menjelaskan perjanjian kredit dengan tenor lima tahun antara Multipolar dengan Bank CIMB Niaga dan Bank Pertama ini telah diteken pada 14 Desember 2023. 

Menilik kinerja keuangan per 30 September 2023, MLPL memiliki liabilitas jangka pendek sebesar Rp 5,32 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp 3,19 triliun. 

Secara keseluruhan jumlah liabilitas MLPL mencapai Rp 8,52 triliun per 30 September 2023. Angka ini meningkat 0,37% dari posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 8,48 triliun. 

Pada periode yang sama, entitas Grup Lippo ini memiliki ekuitas senilai Rp 4,63 triliun. Jumlah ini meningkat dari akhir Desember 2022 di level Rp 4,59 triliun. 

Dari sisi kinerja operasional, MLPL membukukan penjualan bersih senilai Rp 8,19 triliun per kuartal III-2023. Ini tumbuh 0,16% secara tahunan dari Rp 8,18 triliun. 

MLPL masih mampu mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 143,79 miliar atau tumbuh 74,65% secara tahunan dari Rp 82,32 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×