kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.873   30,00   0,18%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Mulai proses IPO, Global Sukses Solusi incar dana Rp 49 miliar


Minggu, 05 September 2021 / 07:15 WIB
Mulai proses IPO, Global Sukses Solusi incar dana Rp 49 miliar


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Global Sukses Solusi Tbk mengumumkan jadwal penawaran saham perdana dalam rangkaian proses initial public offering (IPO) mulai dari 2 Agustus hingga 6 Agustus 2021 mendatang. Perusahaan bakal menggunakan kode saham RUNS saat listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

RUNS mengincar dana segar sebesar Rp 49,98 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja sebesar 74%. Diantaranya yaitu untuk pembiayaan proyek baru, biaya overhead dan operasional. 

Pembiayaan proyek baru tersebut adalah pengadaan-pengadaan ERP dan pekerjaan pekerjaan managed service ERP pada pelanggan pelanggan perseroan. Lalu, sekitar 11% akan digunakan untuk akuisisi pasar dan ekspansi.

Direktur Utama Global Sukses Solusi Sony Rachmadi Purnomo menyebut, langkah strategis ini akan menjadi momentum penting dalam rangka menciptakan lompatan bisnis perusahaan. "Kalau ada pertanyaan kenapa harus IPO sekarang? Menurut saya, kita tidak harus tumbuh besar dulu baru IPO, tapi bisa IPO dulu baru besar," tutur dia dalam diskusi online yang digelar CSA Institute, Jumat (3/9).

Baca Juga: IPO pekan depan, intip profil Cemindo Gemilang (CMNT)

Sebagai perusahaan teknologi yang bergerak di bidang penyedia solusi software Enterprise Resource Planning (ERP) yang terintegrasi, Sony mengatakan, RUNS punya peluang besar untuk terus berkembang di tengah tingginya adopsi pemanfaatan layanan digital bagi perusahaan dari beragam skala bisnis baik kecil hingga besar.

Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan memiliki empat jenis produk yaitu Run System yang merupakan ERP software, Run Market yaitu enterprise internediary platform, Run iProbe (HR enterprise solution system) dan iKas yaitu point of sales platform. "Selama ini, layanan-layanan itu bayak disediakan oleh perusahaan luar negeri. Makanya kita coba create produk ini sebagai produk dalam negeri," terang Sony.

Saat ini, lanjut Sony, jasa yang ditawarkan perusahaan sudah banyak digunakan di lingkungan perusahaan pelat merah. Berkolaborasi dengan PT Telkom, RUNS tengah berupaya membantu menciptakan ekosistem digital bussines proces dalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Suka tidak suka, program pemerintah membantu performa bisnis kami. Bayangkan ada 600 BUMN, anak dan cucu BUMN di mana mereka juga memiliki mitra juga. Itu banyak yang kemudian ter-drive untuk mengadopsi digitalisasi. Kami optimistis beberapa tahun ke depan, beberapa tahun ke depan prospeknya akan sangat menarik," tutur dia.

Dengan segala layanan bisnis yang ditawarkan, saat ini perusahaan telah membantu mengelola bisnis para kliennya dengan total nilai proses bisnis yang dilayani mencapai Rp 13 triliun/tahun. "Di RUNS sendiri total processing value tidak kurang dari Rp 13 triliun per tahun. Ada lebih dari sekitar 30.000karyawan yang terproses payrol-nya dan lain-lain. Itu yang bisa jadi peluang besar yang bisa dioptimalkan," bebernya.

Baca Juga: Kinerja Bukit Asam diramal terus melaju, analis rekomendasikan beli saham PTBA

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Global Sukses Solusi Nizar mengungkap, memang menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk menjelaskan model bisnis yang dilakoni RUNS. Mengingat, konsep bisnis perusahaan digital seperti RUNS belum banyak dilakukan di Indonesia.

Namun ia menjelaskan, peluang industri digital di  masa depan sangat menjanjikan seiring dengan maraknya adopsi layanan digital di tengah masyarakat di kala maraknya pembatasan kegiatan masyarakat yang banyak dilakukan sebagai upaya mencegah penularan virus Corona. Dari total aset yang berkisar Rp 38 miliar, banyak di antara aset tersebut berupa uang tunai.

Sempat ada pertanyaan kenapa uang tunainya cukup banyak, bahkan dianggap kenapa tidak diinvestasikan ke properti misalnya. "Bagi kami, untuk menggarap proyek yang ada di pipeline saja membutuhkan modal kerja yang sedemikian rupa. Itu kenapa aset kita lebih banyak dalam bentuk cash," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso menyebut, di Indonesia saat ini sedang gencar membangun infrastruktur untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi (information, communication technology/ICT). Tak hanya itu pemerintah RI juga sudah menetapkan Indonesia saat ini tengah memasuki era baru, yaitu era revolusi 4.0.

Adanya Dorongan dan dukungan yang besar dari pemerintah untuk mencapai revolusi 4.0, tentunya memberikan prospek yang bagus kepada perseroan karena besarnya peluang bisnis di bidang ICT.

Jika dilihat peluang bertumbuh bagi RUN System terbilang sangat besar. Namun untuk meraih pertumbuhan itu masih tergantung dari inovasi yang dilakukan perusahaan.

"Memang menarik kalau bicara prospek. Apalagi sekarang dengan kondisi pandemi, di mana orang mulai mempertimbangkan untuk nggak ketemu secara fisik, kemudian banyak bisnis proses yang diotomatiskan atau otomasi dari bussiness proces kemudian menjadi tantangan tersendiri ketika teknologi dibutuhkan dalam banyak bussiness proces-nya," kata Aria dalam kesempatan yang sama.

Selanjutnya: Voksel Electric (VOKS) terus berupaya meningkatkan kinerja tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×