Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Head of Multi-Asset Asia Mercer Investments, Cameron Systermans, mengatakan risiko penurunan status Indonesia sebenarnya sudah lama diperhitungkan oleh investor.
Menurutnya, sebagian besar manajer investasi aktif telah memasukkan kemungkinan tersebut ke dalam strategi investasinya.
Ia juga menilai proses evaluasi MSCI kerap berlangsung panjang dan tidak selalu menghasilkan keputusan final dalam waktu singkat. Karena itu, ketidakpastian terkait status pasar Indonesia masih berpotensi berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: MSCI Pertahankan Status Indonesia, MI Sarankan Akumulasi Bertahap Reksadana Saham
Meski tidak melontarkan kritik baru dalam pembaruan terakhirnya, MSCI tetap mencatat adanya indikasi praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat memengaruhi pembentukan harga saham.
MSCI juga menyoroti keterbatasan penyediaan informasi pasar yang rinci dalam bahasa Inggris bagi investor global.
Sorotan terhadap Indonesia tidak hanya datang dari MSCI. Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody's dan Fitch juga menurunkan prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif pada tahun ini.
Kedua lembaga tersebut menilai kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia mengalami penurunan, sehingga meningkatkan perhatian investor terhadap stabilitas dan daya tarik pasar keuangan domestik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














