kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Moody's pangkas peringkat Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) menjadi B1


Selasa, 16 Juni 2020 / 07:00 WIB
Moody's pangkas peringkat Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) menjadi B1


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

Moody's juga menambahkan, efek melemahnya pendapatan dapat menyebabkan perjanjian keuangan pinjaman bank pada tahun 2020 bisa terganggu. "Kami harapkan ada keringanan dari pemberi pinjamannya," tambah Tan.

Baca Juga: Grup Lippo Membidik Peluang Investasi di Bisnis Start Up

Moody's memperkirakan, akan terjadi penurunan pendapatan 39% pada tahun 2020 jika tidak ada divestasi. Sebab terjadi penutupan mal sementara dan melemahnya permintaan ruang untuk ritel. Utang bersih/EBITDA disesuaikan LMIRT akan meningkat menjadi sekitar 12,4 kali di tahun 2020 dari 5,2 kali pada 2019. 

Sedangkan EBITDA yang disesuaikan dibanding bunga akan melemah menjadi sekitar 1,2 kali dari 3 kali pada periode yang sama. Pada saat bersamaan, utang jangka pendek LMIRT akan meningkat menjadi sekitar 24% dari 8% pada 2019. Ini terjadi akibat penarikan fasilitas kredit revolving. 

Selanjutnya, Moody's memperkirakan, pemulihan bertahap di kondisi operasi LMIRT dan peningkatan tingkat hunian pada tahun 2021. Ini akan membuat utang bersih/EBITDA dan EBITDA/beban bunga yang disesuaikan masing-masing meningkat menjadi 6,4 kali dan 2,3 kali. 

Baca Juga: Awas, Bom Waktu Obligasi Mulai Meletus

LMIRT memiliki kas dan setara kas sebesar S$ 145,7 juta pada tanggal 31 Maret 2020, cukup untuk menutupi pembayaran obligasi jatuh tempo Juni 2020 sebesar S$ 75 juta dan kredit revolving S$ 40 juta. 

Akibatnya, LMIRT kemungkinan bergantung pada pendanaan eksternal untuk membayar pinjaman berjangka sindikasi S$ 175 juta yang jatuh tempo pada Agustus 2021 dan S$ 140 juta perpetual securities yang dapat dihubungi pada September 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×