Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Lembaga pemeringkat Moody's Ratings memberikan peringkat kredit perdana Ba3 kepada perusahaan agribisnis Japfa Pte. Ltd., dengan prospek (outlook) stabil.
Selain itu, Moody’s juga menetapkan peringkat B1 untuk obligasi senior berjaminan dalam denominasi dolar AS yang akan diterbitkan perusahaan.
Dalam penilaiannya, Moody’s menyebut posisi bisnis Japfa didukung oleh skala usaha yang kuat serta integrasi vertikal yang signifikan di Indonesia, yang menjadi sumber utama pendapatan dan arus kas grup. Operasi perusahaan di Indonesia menyumbang sekitar 70%–75% EBITDA konsolidasi.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Terus Tekan Rupiah, Ini Proyeksi Pekan Depan
Analis Moody’s, Rachel Chua dalam riset Jumat (24/4/2026) menjelaskan diversifikasi usaha Japfa di luar Indonesia, terutama di Vietnam, membantu mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau siklus industri tertentu.
“Operasi Vietnam, khususnya bisnis babi, memberikan eksposur terhadap siklus protein yang lebih panjang dan berbeda dari unggas, sehingga meningkatkan ketahanan pendapatan,” ujarnya.
Japfa melalui anak usahanya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu produsen unggas terintegrasi terbesar di Indonesia, mencakup pakan ternak, pembibitan, peternakan, hingga pengolahan produk hilir.
Meski memiliki fundamental bisnis yang kuat, Moody’s menyoroti risiko siklikal yang masih tinggi di industri protein hewani, terutama pada siklus produksi unggas yang pendek serta risiko penyakit hewan seperti African Swine Fever pada bisnis babi.
Di sisi keuangan, Japfa dinilai menerapkan kebijakan konservatif dengan pengelolaan belanja modal yang disiplin serta pembiayaan kembali utang secara hati-hati. Perusahaan diperkirakan mengalokasikan belanja modal sekitar US$ 200 juta per tahun dalam dua tahun ke depan, terutama untuk ekspansi di Indonesia.
Namun, Moody’s juga mencatat bahwa likuiditas di tingkat induk perusahaan masih terbatas karena ketergantungan pada dividen dari anak usaha. Meskipun demikian, hal ini sebagian tertopang oleh fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) dan rekam jejak pembayaran dividen yang stabil.
Peringkat obligasi B1 berada satu tingkat di bawah peringkat korporasi Ba3, mencerminkan adanya subordinasi struktural akibat tingginya porsi utang di tingkat anak usaha.
Baca Juga: Sempat Sentuh Level Terlemah, Rupiah Diproyeksi Masih Volatil Pekan Depan
Untuk prospek ke depan, Moody’s menyatakan peringkat dapat naik jika Japfa berhasil memperkuat profil kredit konsolidasi, termasuk menurunkan leverage di bawah 3,0x dan meningkatkan arus kas dividen secara berkelanjutan. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika kinerja industri melemah, terjadi gangguan penyakit hewan, atau leverage meningkat di atas 4,0x secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













